Menyulap Roti Tawar Kedaluarsa Menjadi Aksesori Cantik

 
Jika Anda memiliki roti tawar basi atau kedaluarsa, tahan dulu dan jangan buang. Lewat sentuhan dan langkah kreatif roti tawar basi itu bisa disulap menjadi aneka aksesori yang bisa Anda buat sendiri. Lho nggak percaya?Lihatlah gelang, tasbih, anting, subang, liontin, cincin, bros, tusuk konde, gantungan kunci yang dibuat Dwi Ani Hendrawati, semuanya berasal dari roti tawar basi. Naluri kreatif Dwi menyulap roti tawar basi itu menjadi barang yang bernilai dan penuh manfaat. Bahkan bisa menambah penghasilan keluarga.
Keterampilan ini dibagikan Dwi dalam bukunya Membuat Aneka Aksesori Dari Roti Tawar yang diterbitkan Gradien Mediatama. Buku fullcolour ini dibuka dengan aneka peralatan yang dibutuhkan untuk membuat aksesori. Peralatan itu antara lain: gunting, benang nilon, jarum, sendok makan dan sendok teh, spatula (alata untuk membuat cetakan bunga), lem tembak (lem bakar), lilin, dan tang.

Apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan? Roti tawar basi (sudah berjamur), bubuk roti, lem kayu, bensoat, pewarna, pylox, milk cleansing, dan pernak-pernik. Selanjutnya Dwi mengajarkan cara mengolah bahan menjadi adonan dan pernak-pernik yang siap untuk disusun menjadi kalung ataupun gelang.

Nah, masih penasaran? Simak dan ikuti langkah-langkahnya dalam buku Membuat Aneka Aksesori dari Roti Tawar. Selamat berkreasi!



 

Humor dari Dunia Pergigian

 
 
Anak-anak akan membuang gigi ke atas genting rumah bila gigi bawah pertama tanggal. Membuang gigi ke tanah, bila gigi atas tanggal. Ehh..kebalik ga nih?! Tapi itulah ritual masa anak-anak saat berurusan dengan gigi yang tanggal. Entah berbau takhayul atau bukan, yang pasti merupakan saran sebagian orang tua dulu. Kabarnya bila tak melakukan hal itu, giginya nggak tumbuh. :P

Ada lagi yang tak kalah seram soal gigi. Jika seorang mimpi gigi geraham tanggal, maka kabarnya akan ada  saudara yang meninggal atau akan tertimpa musibah. Wuuh..ngeri bukan tafsir mimpi ini.

Ini masih soal dunia gigi, bila sakit gigi: gigi berlubang, hingga bikin kepala pusing, dengan terpaksa tentu kita akan ke dokter gigi. Bagi kebanyakan orang, berkunjung ke dokter gigi adalah hal yang menyeramkan. Cabut gigi sakit nggak? Dibor sakit nggak? Pertanyaan klasik ini kerap muncul saat mau periksa di dokter gigi. Lalu apa jawab dokter gigi secara serempak, "Ya, kalau sakit nggak bakal ada lagi orang yang ke dokter gigi."

Nah, bayangan saya soal profesi dokter gigi itu soal keturunan. Ya, seperti halnya dukun-dukun tradisional ataupun penjaga makam. Lha kok bisa. Di kota kelahiran saya, ada dua dokter gigi yang berkarir mengikuti jejak bapaknya. Ya sayangkan sudah punya ruang praktik bila tak digunakanDari dua kasus itu terekam awet dibenak saya hingga hari ini.

Terlepas dari soal profesi yang menurun, ada sebuah buku berjudul ga-gi-gu GiGi. Buku ini berisi semacam memoar gokil seorang mahasiswa kedokteran gigi. Latar kisahnya berlokasi tak jauh dari fakultas kedokteran gigi tentu, juga klinik dan para pasien yang menjadi "kelinci percobaan" dari Lia Indra Andriana, penyusun buku bersampul hitam ini.

Ada kisah menarik soal bapak berkumis yang harus dicabut giginya. Kecurigaan muncul ketika secara bergantian mahasiswa yang sedang praktik di klinik gagal mencabut gigi Pak Kumis ini. Bahkan para senior mahasiswa kedokteran gigi turun tangan, namun tetap saja upaya mencabut gigi gagal. Maka di tengah kebuntuan, seorang mahasiswa ada yang iseng bertanya, "Apakah bapak sudah melepas jimat?" Pak Kumis pun menjawab tanpa ekspresi, "Aduh..iya.. kok lupa." Langsung saja Pak Kumis melepas sabuknya. Saat dicoba lagi, sekali tarik gigi bandel Pak Kumis pun sukses tercabut.

Ada 30 lebih kisah-kisah humor yang dikumpulkan Lia dalam buku ga-gi-gu Gigi ini. Yang pasti buku ini mengajak kita berkunjung ke dunia pergigian dalam suasana berbeda dan penuh guyonan..Oya ga-gi-gu Gigi ini diterbitkan Gradien Mediatama. Selamat ngakak!
 

Keajaiban Variasi Menu Tahu-Tempe

 
Tahu dan tempe adalah  makanan yang sering tersaji di meja makan. Keduanya, tergolong makanan favorit dan diakrabi keluarga. Nilai gizinya pun cukup tinggi, tak kalah dengan daging. Menurut data dari Direktorat Gizi Departemen Kesehatan, dalam 100 gram tahu terdapat 63 kalori, 7,9 gram protein, 150 miligram kalisium, dan zat-zat bermanfaat lainnya.

Namun kerap kali kita bosan dengan sajian masakan tahu tempe yang itu-itu saja. Maka beranjaklah dan temukan alternatif masakan berbahan tahu tempe yang tidak membosankan. Nah, bila bosan atau bingung dengan cara menyajikan masakan tahu-tempe, ini ada referensi untuk Anda: 100 Menu Masakan Tahu Tempe. Buku yang dijahit spiral ini, mengajak kita untuk lebih pe-de dalam membuat menu olahan tahu. Ide-ide masakan berbahan tahu tempe pun dengan mudah ditemukan dalam buku ini.

Selain coba memandu pembaca untuk menjajal aneka masakan tahu tempe, dalam buku ini juga diberikan tip cara mengenali tahu yang baik. Selain itu banyak kejutan lain yang tak terduga saat tahu bertemu buncis, digulai, disate, dijadikan nugget, atau dipertemukan dengan kukis. Nah, unik kan! Penasaran dengan menu-menu ajaib, silakan coba dan simak buku 100 Menu Masakan Tahu Tempe yang diterbitkan Gradien Mediatama ini.
 
Selamat mencoba!

Keunggulan Ayam dan 100 Menu Masakan Ayam



Kalau soal ayam, saya lebih memilih ayam kampung ketimbang ayam negeri (broiler). Walau dagingnya kurang tebal, namun rasanya lebih gurih dan cenderung lebih sehat. Namun, bila terlanjur kepepet kelaparan di jalan, ayam jenis apapun di restoran cepat saji langsung saya sikat.

Nah, kalau soal memilih ayam mana yang bagus untuk dipotong, Dra Ch. Didit Setyawati ahlinya. Menurut editor ahli dan dosen boga ini, ayam yang sehat biasanya mempunyai mata yang jernih. Selain itu ada beberapa tanda lagi, seperti mulut tidak berlendir, kaki bersih, dan bulu mengilat. Ayam yang besar belum tentu banyak daging-nya. Tekan dada ayam, kalau terasa gemuk dan padat berarti banyak dagingnya. Demikian papar penulis buku masakan dalam bukunya 100 Menu Masakan Ayam.


Dalam buku ini juga disebutkan keunggulan-keunggulan dari ayam. Misalnya, ceker ayam dipercaya mengandung asam amino dan zat kapur yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Kulit ayam dan tulang lunaknya mengandung chondroitin 4-sulfate sebagai bagian terpenting dari jaringan ikat elastis untuk kekenyalan kulit dan mengurangi keriput. Sayap ayam mempunyai rasa yang lebih gurih dan mengandung sedikit lemak. Secara seluruhan ayam lebih mudah dicerna karena serabut dagingnya lebih pendek dan dagingnya tidak terjalin lemak.

Keunggulan ayam diatas dikutip dari sampul belakang buku 100 Menu Masakan Ayam. Yang menarik dari buku ini adalah memuat banyak ragam menu olahan ayam dari seantero negeri. Menu-menu dalam buku ini diklasifikasikan sebagai berikut: ayam goreng multirasa, kreasi ayam panggang dan bakar, spesial olahan paha, sayap, ceker, dan kulit ayam, dan olahan ayam kreatif. Semuanya berjumlah 100 hidangan menu yang bisa menjadi alternatif  untuk lidah kita. Selamat mencoba!