Melumpuhkan Kanker dengan Humor

 
Inspirasi penyembuhan lewat terapi humor ternyata tak hanya ada dalam film Patch Adam. Kabarnya film itu pun diangkat dari kisah nyata. Informasi terapi lewat humor sebenarnya telah lama dibahas di dunia medis. Misalnya, penelitian tentang hubungan tertawa dengan kesehatan jantung, tekanan darah, dan relaksasi.  Memang tertawa itu sehat seperti diyakini oleh banyak orang.
 
Bisakah penyakit kanker disembuhkan dengan tawa dan humor? Bisa. Kisah sesungguhnya bisa disimak dalam sebuah autobiografi seorang jurnalis yang menderita kanker payudara. Berkisah tentang upaya Laura Jensen Walker ketika dikejutkan mendapat kado kanker payudara di hari ulang tahun perkawinannya yang pertama. Buku ini ditulis dengan santai dan penuh kelucuan. Ya, bukan menuliskan soal kesedihan dan mendramatisirnya.
 
Thanks for The Mammogram dibuka dengan kalimat yang menarik: kanker bukanlah hal yang lucu, tapi humor itu menyembuhkan. Selanjutnya kisah nyata ini mencoba menggugah kesadaran kita pada kehidupan. Tentang bagaimana selalu berpengharapan yang baik pada apa yang sedang kita alami, baik ataupun buruk.
 
Laura mengisahkan dalam sisi yang tidak diduga orang banyak. Ketika ia didiagnosis mengidap kanker payudara pada hari ulang tahun perkawinanya, dia mendapati humor bisa memberi kesembuhan di tengah-tengah situasi yang mengerikan. Pun lewat kekuatan spiritual, pengharapan, dan sejumlah tawa dapat membuat sebuah perbedaan yang bermakna.
 
Selain penggambaran kisah yang mendetail, Laura pun menyisipi buku ini dengan kata-kata mutiara yang menggugah. Seperti dari Reinhold Niebuhr, “Humor merupakan sebuah lagu pembuka iman dan tawa adalah sebuah awal doa.” “Hati yang gembira adalah obat yang manjur. Tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.” Ada pula dari Lord Byron, “Tertawalah selagi Anda bisa. Karena tertawa itu obat yang murah.”
 
Thanks for the Mammogram! diterbitkan oleh Gradien Mediatama.

Bersaat Teduh untuk Orang Sibuk

 
 
 
Kehidupan yang terasa kian mekanis dan monoton terutama di perkotaan, membuat orang-orang yang sibuk gampang terserang stres, migrain, ataupun pegal-pegal di badan. Bahkan, rasa bosan dan jenuh mudah sekali hinggap pada diri kita. Tekanan pekerjaan di kantor dan beban masalah di rumah, serta kemacetan biasanya menjadi kambing hitamnya.
 
Banyak solusi untuk berdamai dengan keadaan di luar dan dari diri kita sendiri, seperti bersantai dengan ditemani minum teh.  Meluangkan minum teh selama lima menit untuk menghadapi kesibukan sehari-hari  adalah sebuah saran yang penuh makna dari Mario Teguh, seorang motivator. Ritual meminum teh seperti halnya sebuah persiapan untuk menghadapi stres saat bekerja dan menghadapi hidup. Minum teh memang membuat kita rileks dan lebih segar dan sehat.

Namun, ada yang lebih penting lagi tentang bagaimana mengajak diri kita untuk sejenak memberi  jiwa kita makanan rohani. Untuk bersaat teduh dan terhubung dengan vibrasi  pesan-pesan dari Tuhan. Seperti kata Socrates, bukankah hidup yang layak dijalani adalah hidup yang selalu diperiksa. Maka marilah merenung sejenak.

Banyak sekali orang yang tak sempat untuk bersaat teduh. Lewat sebuah buku kecil yang berisi  pesan-pesan surgawi diharapkan bisa memberi asupan “energi”  di tengah kesibukan kita. Hendri Bun dalam buku sakunya Panduan Bersaat Teduh Untuk Orang Sibuk dan Supersibuk mencoba memberikan solusi bagi orang-orang sibuk untuk memunduh pesan –pesan Tuhan dalam satu menit. Semisal sepenggal pesan di bawah ini:

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, daku tidak akan goyah. –Mzm 62:2,3
 
Oh! Ketika berjalan lebih dekat dengan Tuhan, suasana yang terang dan ilahi… sebuah sinar menerangi jalan yang membimbingku kepada Sang Domba! Jadi, aku harus berjalan dekat dengan Tuhan, tenang, dan tentram dalam pandanganku … Sinar yang begitu murni menerangi jalan yang membimbingku kepada Sang Domba.--Robert Murray M’Cheyne

Lewat buku Panduan Bersaat Teduh untuk Orang Sibuk dan Supersibuk, Daily Fresh Anda akan menangkap kesegaran baru tiap hari. Buku ini diterbitkan oleh Gradient Mediatama.
 

Sejurus Nge-Blog Sembari Meraup Dollar

 
Bila selama ini aktivitas nge-blog di internet dianggap tidak menghasilkan, maka tidak salah jika di blog Anda dipasang link iklan yang memiliki kompensasi yang menarik. Misalnya dengan bergabung dengan program Adsense dari Google.

Program-program peraup dollar dari dunia maya sudah banyak dilirik para netter di Indonesia. Bahkan seorang teman di Bali rela menyisihkan uang delapan ratus ribu untuk menyewa hosting sebesar 300 Gb untuk bermain di Google Adsense. Jika digarap secara terencana, program ini memang menjanjikan. Tengoklah kabar dari seorang webmaster situs shoemoney.com yang mendapatkan cek sebesar  1,1 milyar rupiah. Antara percaya atau tidak, tapi demikianlah yang dikabarkan detikinews.

Jika ingin menjajal program Adsense, sebenarnya tak perlu merogoh uang banyak. Lewat blog gratisan pun bisa. Kalau ingin serius bisa juga dengan membangun situs berbayar. Oke, lupakan dulu cara yang berbayar ini. Sekarang saatnya mengulik blog kita menuju upaya-upaya meraup dollar. Ada empat program yang akan kita telusuri: Google Adsense, Adbrite, Text-Link-Ads, dan Amazon Affiliates.

Adsense adalah sebuah program yang menawarkan kerjasama dengan para pengelola web yang bersedia meluangkan ruangnya untuk iklan. Syaratnya mudah hanya dengan registrasi di www. Adsense.Google.com. Kebanyakan memang situs-situs yang berbahasa Inggris yang mendapat persetujuan dari Google Adsense. Namun, Adsense  untuk  situs-situs berbahasa Indonesia mulai diterima. Tepatnya, mulai pertengahan tahun 2007, blog yang berbahasa Indonesia mulai diperkenankan mengikuti program Adsense.

Sebagai layanan pengiklan terkemuka, tentu hukumnya wajib untuk bergabung dengan Ad sense bila ingin sukses mendulang dollar. Nah, langkah-langkah ini dibeberkan dalam buku Meraup Dollar lewat Blog yang ditulis Agus Hery Prasetyo. Agus memberikan langkah praktis dari cara mendaftar hingga cara memasang kode html dari Adsense di template blog kita.

Adsense menawarkan program pay per click untuk semua orang yang bersedia meluangkan ruang di website atau blog. Selain, Adsense ada pula Adbrite. Kedua memiliki manfaat yang sama sebagai alat peraup dollar. Bedanya, pada Adbrite memberlakukan keputusan pemasangan iklan ada di tangan pemilik blog, setelah ada tawaran dari pengiklan. Jadi, jika Adsense terkenal lihai dengan pemilihan padaan materi iklan yang sesuai dengan konten yang ada, maka pada Adbrite adalah sebaliknya.

Selanjutnya untuk dua program meraup dollar lainnya seperti Text-Link-Ads dan Amazon Affiliates dapat disimak dalam buku Meraup Dollar Lewat Blog. Dengan bahasa yang sederhana dan ringan, Agus menuliskan langkah-langkah dari awal hingga akhir pada buku ini.  Buku bersampul kuning ini diterbitkan oleh Gradien Mediatama.

Nah, jika Anda telah mengetahui rahasia cara meraup uang dari internet. Tunggu apa lagi dan bersegeralah sebelum persaingan kian ketat.
 

Berbagi Kisah dari Seorang Momi Gokil

 
Menulis itu kabarnya bisa membebaskan kepenatan, menghidupkan otak kiri dan kanan, juga membawa seseorang pada keadaan yang menyenangkan. Terutama, jika si penulis bisa memberikan kontribusi yang berefek pada saraf humor dan keriangan jiwa. Kebiasaan menulis bisa diawali dari ketekunan menulis di buku harian. Resep manjur ini konon diamini oleh banyak penulis senior.

 
Nah, bagaimana jika seorang ibu yang mengaku gokil menuliskan pengalaman kesehariannya pada sebuah buku? Hasilnya adalah buku harian seorang mami dodol yang di tulis oleh Yenny Lesiy. Saking bebasnya, Yenny menuliskan dalam gaya bahasa keseharian yang menabrak lajur Ejaan Yang Disempurnakan. Ya, sah-sah saja. Lagian ini—konon—bagian dari kebebasan di ranah budaya popular. Nabrak pakem nggak masalah asal pesan bisa sampai. Pun inilah kekhasan dari buku ini. Sejujurnya gaya nulis begini sudah menjamur di dunia perbukuan Indonesia.
 
Nah, kalau dari soal isi kisah di buku Gokil Mom ini lumayan ramai dan kocak. Dalam seratus limapuluh satu halaman, Yenny menuliskan kisah-kisahnya saat bergaul dengan anakya, Tristan dan soal keluarganya. Memang tidak mudah untuk menampilkan tulisan yang menggugah saraf tawa. Namun, Yenny menyuguhkan dengan gayanya yang spontan dan mengalir.
Buku ini dimulai dari keyakinan bahwa segala yang kecil bisa bikin kita ketawa, hari ini pun jadi lebih ringan. Hidup udah susah, gak perlu dibikin tambah njelimet. Ngetawain kekonyolan diri  sendiri, melecehkan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat bisa bikin hari lebih ceria, hidup lebih sumringah en muka bebas kerut tanpa perlu operasi plastik. Demikian Yenny menuliskan dalam selembar kata pengantarnya berjudul “asal muasal gila-na.”
Berumahtangga seperti halnya dalam diari mami ini sarat warna dan humor. Karena si mami ini selalu melihat dari sisi lain, bukan ketegangan, tapi humor. Baik di sengaja ataupun tidak sebenarnya mami menuliskan hal-hal yang sepele yang malah menjadi penting untuk ditertawakan.
 
Semisal soal kecadelannya ketika mendapat telepon dari Telkom yang membuatnya mati kutu. Selebihnya, mami nggondok dari saat ia menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang cargo and trading, ternyata didengar tuading. Ketika mulai kesel si mami membalas, “Trading itu jual beli barang, mbak.” “Apa?? Jual beli bawang??”
 
***

Bisa jadi humor adalah kejujuran kita ketika menulis apapun yang pernah kita jumpai, rasakan, dan temukan dalam kehidupan sehari-hari. Secuil humor adalah energi dasyat yang menggugah roman kusut Anda menjadi fresh tanpa harus facial  di salon.

Humor Suami Istri

 
Ada kalanya humor itu begitu spesifik. Pendeknya, terbagi sesuai segmentasi umur, suasana, dan kondisi. Seperti halnya dalam kumpulan humor suami-istri yang dikumpulkan Ayub Yahya. Idenya menarik, All About Ponirun, ber tagline: Tertawa Sambil Merenung. Maka, inilah hasil jerih payah Ayub mengoleksi kumpulan humor dari berbagai sumber.

Bagi Ayub, hidup pernikahan itu penuh warna, layaknya sebaris pelangi. Seperti yang dikatakan dalam sampul bukunya yang berjudul 81 Humor Suami Istri. Pada sampul belakang tesebut ia mengatakan hidup pernikahan itu penuh pernak-pernik. Ada lucu, ada ga lucu. Ada tragedy, ada komedi, ada suka, ada duka, ada tawa, ada air mata. Tinggal kita mau fokus ke yang mana. Dengan resiko ditanggung sendiri.

Semua orang tentu sepakat humor itu begitu dibutuhkan di dunia ini. Terutama bagi sepasang kekasih yang telah mengarungi bahtera rumah tangga. Tarik ulur tegangan dalam rumah tangga bisa teredakan lewat sepenggal humor yang sedemikian hingga membuat kedua pasangan tersebut sejenak melupakan kemarahan dan stres.

Berikut ini dua penggal kisah yang diambil dari buku 81 Humor Suami Istri. Di setiap kisah humor selalu disertai quote yang terkadang terkesan bijaksana. Ya, setelah tertawa kita diajak untuk merenung sejenak.

Jono diundang Ponirun makan malam di rumahnya. Jono memerhatikan, bahwa Ponirun terus menerus memanggil Sawijen dengan panggilan mesra. Sayang. Manis. Cintaku. Sayangku. Kasihku. Dan sebangsanya.

Jono berbisik kepada Ponirun, "Romantis sekali  kamu ini, Run. Setelah puluhan tahun menikah, kamu tetap memanggil istrimu dengan kata-kata itu.”

Ponirun berkata sambil berbisik pula, “Sssttt. Jangan bilang-bilang,  ya. Sebenarnya, aku lupa namanya sejak tiga tahun lalu.”

Ayah’s Quote
Jangan menilai seseorang hanya dari apa yang terlihat mata, karena bisa saja itu bukan keadaan sebenarnya. Hanya polesan. Hanya kemasan. Hanya kosmetik. Untuk menutupi kekurangan dan kelemahan, bahkan kesalahan.

***
Iklan

Sebelum menikah dengan Ponirun, Sawijem sulit mendapat jodoh. Pacaran gagal melulu. Ia nyaris frustasi, merasa nggak ada yang bakalan suka dengan wanita seperti dirinya. Di tengah keputusasaan, Sawijen menantikan jawaban atas iklannya itu. Dua hari kemudian, Pak Pos membawa paket ke rumahnya. Satu karung surat. Isinya jawaban atas iklan yang dipasangnya. Sebagaian besar dari wanita. Jawaban mereka sama: “Kalau kamu mau, ambil saja punya saya.”

Ayah’s Quote
Pernikahan adalah keputusan penting dalam hidup. Maka, mestinya harus dipertimbangkan masak-masak. Karena, begitu melangkah masuk ke dalamnya, tidak ada kesempatan kedua. Poin of no return.

Kisah-kisah humor lainnya dapat Anda simak dalam buku 81 Humor Suami Istri yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.
 

Obsesi Ganas dan Intrik-intrik yang Membelit

 
 
Tokoh utama dalam novel yang ditulis Christina Tirta dalam Swanderella tidaklah sempurna. Bisa dibilang begitu karena memiliki obsesi yang mengganas. Namanya Ivory. Masa lalunya yang penuh iri dan tidak percaya diri dengan kulit yang kecoklatan dan rambutnya yang keriting. Hal ini menyebabkan Ivory mengingkari keadaan dirinya.

Hanya satu yang ada di benak Ivory: menjadi Claudia. Ya, Claudia yang cantik, bersuara lembut, kulit seputih susu, berambut panjang hitam dan lurus. Seiring berjalanannya waktu, obsesinya kian parah. Ivory pun melakukan apapun untuk menjadi—seperti—Claudia. Menjadi gadis lain yang begitu sempurna di benaknya.

Sebenarnya wajar saja jika seseorang mendambakan menjadi orang yang menurutnya ideal dan sempurna. Mungkin kamu pernah membayangkan menjadi seperti ratu. Ya..siapa sih yang nggak kepingin menjadi Cinderela. Termasuk dalam diri Ivory. Bedanya, Ivory menjadi sangat obsesif untuk mendambakan suatu hal.

Luka psikologis di masa lalu akibat ejekan dan hinaan saudari-saudarinya, membuat Ivory kian obsesif untuk membuktikan eksistensinya pada keluarganya. Nah, inilah awal yang bagus bagi Ivory, karena ia berhasil menempati karier strategis di sebuah perusahaan fashion. Ia nekat mengganti nama aslinya di KTP dengan Claudia Anastasia. Maka apapun akan ia lakukan untuk menjadi seperti Claudia. Ia pun belajar dari Claudia untuk memiliki beragam penampilan dan untuk mendapatkan segala.

Di sisi lain, keberadaan Ivory membuat beberapa orang menjadi iri akibat kedekatannya dengan Hendry, Director Purchasing.  Sejak kehadiran Claudia di kantor itu, banyak hal-hal ganjil yang membuat atasannya naik darah. Seperti data yang hilang, VCD fashion yang diganti dengan MP3, dan lain sebagainya. Pendeknya intrik yang licik dan licin beredar di kantornya.

Separuh perjalanan dalam membaca novel ini memang terasa mengganjal. Ketegangan dan rasa penasaran yang terlanjur tersimak dari awal kian menjadi pada halaman pertengahan.

Novel ini dilatari dari dunia kerja dan fashion. Dunia kerja yang penuh intrik, persekongkolan yang tersamar dan dunia model yang glamour.

Bagaimana cara Ivory melepaskan diri dari obsesi yang kian ganas mengejarnya? Kisah selengkapnya bisa disimak dalam novel Swanderela, Metamorfosa Si Cantik Buruk Rupa yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.