10 Prinsip Kepemimpinan Cara West Point


Soal kedisiplinan dan kepatuhan dikenal melekat kuat di dunia militer. Karena memang demikianlah tradisi  yang terus dirawat di ruang militer. Namun, soal kedisplinan sipil pun bisa mencontohnya. Yang kedua dalam tradisi kemiliteran dikenal melahirkan pemimpin. Nah, bagaimana cara melahirkan kepemimpinan model West Point?Dan mengapa harus melirik cara West Point?

West Point dikenal melahirkan tak hanya para pemimpin besar dalam sejarah kemiliteran di Amerika. Sebutlah Douglas MacArthur, Dwight Eisenhower, dan Omar Bradley. CEO dan konsultan seperti halnya Joseph P. Franklin penulis buku ini juga terlahir dari West Point. Pada halaman 51 dituliskan “West point menghasilkan pemimpin-pemimpin, dan pemimpin-pemimpin ini harus, di setiap saat, bertanya kepada diri sendiri pertanyaan yang paling sulit: Apa yang sedang kita lakukan… dan mengapa kita melakukannya?”

West Point mencoba menginspirasi kita tentang bagaimana cara melahirkan pemimpin di masa mendatang. Dalam buku diuraikan secara mendetail dan menyeluruh tentang bagaimana membangun kepribadian seorang pemimpin yang visioner dan yang bisa beradaptasi dengan perubahan jaman.

Dalam buku Building Leaders The West Point yang ditulis Joseph Franklin dikatakan ada sepuluh prinsip penting untuk menjadi seorang pemimpin. Antara lain : tugas, kehormatan, iman, keberanian, ketekunan, rasa percaya diri, kemampuan untuk dapat didekati, kemampuan untuk beradaptasi, kewelasasihan, dan visi.

Nah, bagaimana kesepuluh prinsip itu dipaparkan Franklin? Silakan simak dalam buku yang  ditulis dengan sederhana dan sarat dengan pengalaman yang menggugah dan jujur dari Franklin. Selebihnya, Franklin coba membuka wawasan Anda soal kepemimpinan dari West Point. Building Leaders The West Point diterbitkan oleh Gradien Mediatama.
 

Nuansa Humor dalam 15 Kisah Komedi Cinta

 
 
Barangkali humor bisa menjadi semacam  oase yang menyejukkan di tengah krisis yang masih betah mendera Indonesia.  Humor dikenal sebagai obat yang manjur untuk pengusir stres. Selain itu, humor adalah berkah terbesar bagi kemanusiaan, demikian ucap Mark Twain.

Oase humor ini bisa kita lirik dari maraknya kehadiran buku-buku humor yang terus bermunculan.  Selain muncul dalam media buku, tidak sedikit pula yang hadir di ruang maya, terutama dalam blog. Semisal, blogfam yang menjadi komunitas blog terbesar di Indonesia mencoba memilih 15 cerita komedi cinta terbaik. Lalu mereka menerbitkan dengan judul Makan Tuh Cinta! 

Makan Tuh Cinta! berisi lima belas cerita pendek bernuansa komedi. Ditulis dengan bahasa keseharian yang sederhana tapi mengena. Lewat gaya menulis yang nge-pop ini, lima belas penulis coba meramaikan khasanah humor  dengan cara yang berbeda. Ya, semua bertema soal cinta.

Cinta dan humor jika diramu bersama-sama akan memunculkan romantis kocak. Seperti kata Rane, seorang blogger yang member testimony dalam sampul belakang buku Makan Tuh Cinta!  Ya, kocak karena persoalan simple saja bisa membuyarkan hubungan cinta seseorang seperti yang diceritakan Benny Oktaviano.

Selanjutnya cerita cinta dan komedi dari berbagai sudut pandangan kekonyolan dan kekocakan bisa Anda nikmati dalam Makan Tuh Cinta! yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama. Barangkali kisah-kisah ini ada yang mirip dengan kisah cintamu. Mungkin juga kisah-kisah dalam buku ini bisa dijadikan referensi agar kisah cintamu lebih berwarna-warni ketimbang sebelumnya 

 

 

Banyak Jalan Menuju Kaya ala Mahasiswa

 
Memiliki banyak hobi tentu mengasyikkan. Apalagi jika hobi itu bisa berefek  samping. Misalnya bisa untuk mengembangkan kreativitas, memacu kinerja otak, menambah banyak teman, atau bisa menyehatkan badan. Dan terlebih lagi jika hobi itu menambah penghasilan. Sudah mengerjakan dengan senang, dapat uang pula. Bahagia bukan?

Mengembangkan hobi sembari mencari penghasilan banyak dilakukan oleh mahasiswa. Terutama bagi mereka yang mengaku memiliki jiwa yang kreatif. Tujuan pun beragam, dari benar-benar untuk mencari uang hingga untuk membayar SPP. Mahalnya biaya pendidikan memaksa banyak mahasiswa untuk mencari pekerjaan. Tak hanya itu, di atas umur 20 tahun tentulah malu untuk terus menerus minta uang pada orang tua.

Jika kamu hobi menulis, keahlian ini bisa kamu manfaatkan untuk mengirimkan resensi, cerpen, artikel, atau tulisan apapun ke media massa. Lumayan jika dalam satu bulan tulisanmu bisa dimuat di empat media—katakanlah rata-rata 300 ribu per tulisan—maka sebulan kamu bisa mendapatkan 1,2 juta. Ya, tentunya kamu perlu usaha juga untuk bisa resensi empat judul buku. Bahkan jika kamu jeli di beberapa media nasional honor meresensi buku bisa mencapai 400--500 ribu.

Di Jogjakarta, banyak mahasiswa melakukan hal itu; menulis dan mengirimkan foto ke media. Tengoklah beberapa rubrik resensi di media masa di sana biasanya didominasi nama-nama mahasiswa yang bersekolah di Jogjakarta. Selain puas dan senang, karena karya kita bisa dimuat di media massa, efek lainnya honor pun bisa kita dapat. Hasilnya lumayan bisa untuk menambah uang saku dan beli buku.  

Nah, kalau bosan meresensi buku, buatlah buku. Maksudnya, menerbitkan buku dengan tema-tema yang bisa menjual dan tentunya disesuaikan dengan ketertarikan pada tema tertentu. Jika bukumu laris manis tentulah royalti terus mengalir ke kantung mu bukan? Bagi yang suka mendesain, bekerja sambilan atau freelance membuat desain sampul buku atau me-lay out buku bisa juga jadi pilihan. Semakin banyak berkarya, semakin bertambah juga daya kreativitasmu.

Nah, bagaimana untuk kaya ketika kuliah? Bagaimana mengatur waktu antara kuliah dengan bekerja agar tidak berantakan semua? Bagaimana mengasah bakat dan kemampuanmu agar maksimal?

Menurut Syafree Muhammad, mahasiswa Sosiologi UGM, yang juga penulis buku Jadi Kaya selagi Mahasiswa memberikan enam rahasia dan kunci untuk menjadi kaya ketika mahasiswa:
1. Motivasi diri untuk menjadi kaya, mengapa kita harus kaya, dan mengapa kita tidak kaya,
2. Aktivitas “menumpuk” kekayaan yang sering bertabrakan dengan kepentingan utama kita: kuliah.
3. Eksplorasi ke dalam diri untuk menggali apa yang kita punya; bakat terpendam, keahlian yang belum terasah, kekayaan yang belum mendatangkan uang,
4. Pekerjaan apa yang cocok dengan dirimu yang berstatus sebagai mahasiswa. Dan apa yang kamu butuhkan untuk bekerja. BUkan kemampuan teknis, tapi bekal tekad yang harus dimiliki.
5. Gambaran peluang yang tersedia buat kamu untuk mencapai tujuanmu.
6. Inspirasi untuk mulai melangkah kaki.

Buku Jadi Kaya Selagi Mahasiswa coba menginspirasi para mahasiswa yang ingin memperkaya pengalaman sembari mencari uang. Buku ini diterbitkan oleh Gradien Mediatama.

Segalanya Berujung pada Cinta

 
 
Ketika orang jatuh cinta, ia bisa berubah bak seorang seniman romantis. Gejala ini bisa disimak dari gelagatnya yang mirip penyair. Perilaku, pikiran, dan bayangannya adalah perwakilan dari ungkapan cinta nan romantis. Dan melalui medium puisi kata-kata cinta tercipta.

Ungkapan rasa cinta memang bisa tercipta di kala kita dalam keadaan merasakan dan terhanyut dalam cinta. Aku hanya mengenal cinta  dan itu adalah engkau. Seperti yang dikatakan Ang Tek Khun dalam buku kumpulan puisi-puisi cinta bersampul biru berjudul Just For You.
 
Just For You adalah jahitan puisi cinta yang ditulis spontan oleh penyair Khun. Khun tak hanya penulis puisi, ia juga telah banyak menulis cerpen. Telah empat buku ia terbitkan. Salah satu kumpulan puisi The Touch of Love  yang menjadi best seller. Pria yang berdomisili di Jogjakarta ini, juga sedang asyik-asyiknya bergelut di dunia penerbitan buku.

seperti mawar
setangkai hatiku
pada tiap-tiap hari
akan selalu hadir
di pagimu yang mekar
 
seperti mawar
setangkai cintaku
pada tiap-tiap pagi
akan selalu hadir
di harimu yang cerlang
 
Selain berisi karya puisi Khun, Just For You juga bertaburkan quote soal cinta baik dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris. Nah, kalau masih penasaran ingin menyimak puisi-puisi cinta Khun, silakan dalam Just For You. Buku ini dijahit dalam lembaran kertas yang penuh warna dan foto.
 
Sembari menanti hari Valentin Just For You diterbitkan oleh Gradien Mediatama bisa menginspirasi kamu saat perayaan cinta itu tiba. Selamat menikmati puisi cinta.

 

Ngocol Bareng Humor Tionghoa

 
Orang China tak hanya pandai berdagang. Soal seni beladiri hingga ilmu filsafat Timur, orang China pun cukup andal. Namun  bagaimana jika orang China menuturkan humor? Mungkin, bagi kita humor ala China hampir tidak terdengar bukan.

Sebenarnya di setiap kebudayaan, humor bisa kita ketemukan. Seperti halnya kita menemukan menu masakan yang berbeda-beda di setiap daerah. Humor rasa China dan humor ala Madura tentu berbeda.  Nah, bagaimana ciri khas humor China. Tan Mei Hwa  mencoba berkisah dalam bukunya Owe Mo Ngo Col. Buku ini berbonus SMS Gong Xie Fa Chai. Ya bisa untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek lho.

Semisal, humor seputar prinsip bisnis orang China.

Rahasia Sukses Terbesar

Tahukah Anda rahasia sukses terbesar orang-orang China? Selain memegang teguh prinsip ekonomi “dengan pengeluaran sekecil-kecilnya harus mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya” ditentukan oleh motto hidup yang mereka terapkan.

Apakah itu???

“Hemat selagi kecil, pelit pada waktu muda, dan kikir pada masa tua.”

***

Kalau yang ini humor soal uang, judulnya Sudah Yakin.

Sung Sang bercakap-cakap dengan anaknya, Sing Seng. “Waktu seusia kamu, Papa menduga bahwa uang adalah segala-galanya dalam hidup ini…”

“Kalau sekarang, Pah?”

“Sekarang Papa sudah yakin!”

Masih soal uang, judulnya Membakar Uang-uangan.

Tahukah Anda mengapa orang China selalu membakar uang-uangan kertas ketika menjalankan ritual sembahyang untuk menghormati arwah para leluhur? Sebab bisa hong-yam (bahaya) kalau yang dibakar uang betulan, arwah para leluhur akan penasaran.

***

Selebihnya  humor-humor yang lain, bisa Anda simak dalam  Owe Mo Ngo Col yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.

 

 

 

 

Bercermin Lewat Ramalan

 
Sejak jaman purba hingga kini, aktivitas ramal-meramal terus dirawat dan dijaga. Harus diakui dalam beragam kebudayaan, dunia ramal-meramal telah mewarnai planet bumi ini.  Metodenya beragam, dari medium melihat langit, bintang, awan, tangan, warna, angka, hari-hari, kartu, dan lain sebagainya.

Berangkat dari rasa penasaran dan keingintahuan yang besar akan misteri manusia dan alam semesta, maka munculkah astrologi, numerologi, weton, feng shui, palmistri, dan lain sebagainya. Ya, memprediksi masa depan lewat hal ini memang selalu menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda. Bisa kita lihat dalam media cetak atau on line, soal zodiak dengan mudah bisa ditemui.

Ketertarikan pada dunia ramal-meramal membuat Dita Nadia, seorang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia membukukan Girl’s Handbook of Fortune Telling. Menurut pengakuannya, idenya berilhami dari rasa penasaran dan misteri yang selalu menyelubungi cewek.Terutama berkisar soal pertanyaan, pasangan hidup, karier, bakat, kesehatan, dan lainnya.

Buku ini berisi informasi seputar astrologi Barat, astrologi China, astrologi Mesir, astrologi Aztec, astrologi pohon, feng shui, numerologi, letak tahi lalat, meramal datangnya menstruasi, weton Jawa, dan lainnya.

Dalam pengantar buku ini, Dita mengakui bahwa ramalan bisa berdampak positif. Gadis kelahiran Jakarta, 13 Mei 1987 ini, ia coba menunjukkan: dengan ramalan, kita tahu kelebihan diri kita, mendapat sugesti yang positif sehingga kita akan mendapatkan citra diri yang baik.

Buku yang ditujukan spesial untuk cewek ini juga mengenalkan ramalan terkait dengan haid. Semisal, jika kamu mendapat haid di hari Minggu, ada kemungkinan kamu bertemu dengan teman atau kenalan lama. Jika hari Senin, keberuntungan akan segera datang menjemput. Jika hari Sabtu, bersiaplah untuk mendapatkan kejutan yang tak terduga dan tidak diprediksi.

Ingin bercermin diri lewat ramalan? Silakan simak Girl’s Handbook of Fortune Telling yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.