Mencari
tenaga professional, kreatif dan cerdas untuk bergabung diperusahaan
penerbitan berskala nasional, posisi yang dibutuhkan :
1. SALES (KODE...
Mengasah Kreativitas dan Imajinasi di Fiksimini
Ternyata
asyik juga membaca cerita-cerita super pendek di akun @fiksimini di
Twitter. Cerita pendek tidak lebih dari 140 karakter itu nampak lugas,
sederhana,...
Obsesi Mengejar Malam Pertama
Ia punya minat besar terhadap seks, gambar seksi, obrolan yang berbau mesum, tontonan yang menggairahkan, rubrik dengan topik seks, especially yang diasuh...
Rahasia dan Tip Main Rubik Kurang dari 15 Detik
Bisa meratakan dan menyamakan warna pada semua sisi rubik hanya sebuah langkah awal. Selanjutnya, berlatih kecepatan hingga bisa menyelesaikan rubik...
DETAIL BUKU
Kriwil, Ay Lope Yu Pemenang Lomba
Harga
:
Rp.23.000,-
Ukuran
:
11,5 x 19 cm
Tebal
:
172 hlm
Cover
:
Soft Cover
20 pemenang lomba curhat kencan gokil sok romantis
(Based On True Story)
"Elu... tega ngasih gue cokelat kadaluarsa!” sembur Indy.
Gue jadi oon.
“Baju gue kotor,” Indy cemberut.
Dasar gue lemot over dosis. Sekarang gue baru nyadar kalo cokelat (terutama yang murah) cepat nyair-nya. Apa lagi kalo elu simpen di bawah kasur. Apa lagi kalo sekian lama mendekam dalam paper bag dan empunya naek angkot yang panasnya ga ketulungan!
“In, cokelat itu ibarat gue. Walo nyebelin tapi pengennya nempel
mulu ma elu,” gue ngeles.
Indy natap gue enggak rela!
(Cokelat Valentin)
“Jadi ngapel kita batal?” tanya gue mendesis.
“Aduuuuuh, buruaaan pulaaaaang,” si Markonah makin panik.
“Gue takut bokap gue keluar, sekarang lagi di ruang makan.”
“Terus? Ngapelnya?” kata gue, yang lagi kesengsem ngapel.
“Tanganmu? Wahai Marko,” kata gue.
Pintu hanya kebuka sedikit, lalu Markonah mengeluarkan tangan moleknya yang penuh dengan daki. Dan gue pun menyambut asoy bohay tangan itu. Inilah ritual ngapel gue. Yaitu memegang tangan Markonah dan menghayal bersanding di pelaminan surga di temani burung camar di bawah rumput hijau dalam gelapnya malam. Gue sedang melakukan ritual ngapel.