Sang Raja Akan Hadir di Pesta Buku Jakarta 2009

"Ketika kita menyebut nama hebat di bulu tangkis, Lim Swie King adalah salah satunya," kata Ari Sihasale. Lim Swie King sang legenda Bulu Tangkis Indonesia diangkat ke layar lebar. Namun film yang diberi judul King ini bukan otobiografi  dirinya. Melainkan hanya mengambil semangatnya menjadi juara dunia sampai ia di sebut King Smash. Film ini di produksi oleh Alenia Pictures, perusahaan yang didirikan Ari Siahasale dan istrinya, Nia Zulkarnaen. Kali ini Ale sapaan Ari Sihasale mencoba dengan tema olahraga yaitu bulu tangkis.


Ale beralasan mengangkat tema film KING ini karena cabang olah raga bulu tangkis sudah banyak memberi kebanggaan untuk Indonesia. Ia juga terinspirasi saat menyaksikan Piala Thomas dan Uber Cup 2008 lalu. Ia melihat antusias masyarakat sangat luar biasa. Selain edukasi Ia juga ingin membangkitkan dunia olahraga dan menghargai para atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional lewat film ini.

Untuk memperdalam cerita ini, Ale dan Nia meriset kerumah Lim Swie King yang ada di Kudus, Jawa Tengah. Mereka juga menjadikan tempat tersebut untuk lokasi syuting yang dilanjutkan ke Bondowoso, Banyuwangi, dan Situbondo. Ale juga banyak menonton film nonkomersial buatan Iran yang banyak beredar di festival untuk referensinya. Sedangkan Lim, tidak menuntut ale untuk menekankan aspek apapun darinya atau menampilkan satu momen tertentu dalam film ini.

Lim Swie King adalah legenda bulutangkis Indonesia setelah Rudy Hartono. Ia terkenal dengan pukulan jumping smash, karena itu ia dijuluki sebagai King Smash. Awalnya ia meraih Juara I Yunior se-Jawa Tengah (1972). Kmeudian menyabet Juara II Pekan Olahraga Nasional Internasional, Juara II All England (1976 & 1977), tiga kali juara All England (1978, 1979, 1981), medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan tiga medali emas Piala Thomas (1976, 1979, 1984) dari enam kali membela tim Piala Thomas.

Film ini dibintangi oleh Wulan Guritno dan Aryo Wahab. Selain itu juga ada  tiga pemain utama anak-anak. Untuk mencari peran anak-anak tersebut, Ale melakukan audisi ke klub-klub bulutangkis. Ale juga menyutradarai film ini. (eM.Yu)

KING, Semangat Ala Lim Swie King
Penulis Novel Adaptasi : Iwok Abqary
Harga     :     Rp.28.000,-
Ukuran  
: 14 x 21 cm
Tebal     :     152 hlm

 
Sinopsis Novel:
Guntur, Raden, dan Michelle bersahabat karib. Raden dan Michelle sangat mendukung kecintaan Guntur pada olahraga bulutangkis. Mereka berdua bahkan rela ikut ngamen dan dimarahi orangtua gara-gara ingin membantu Guntur masuk ke sebuah klub bulutangkis di kota, yang jaraknya cukup jauh dari desa mereka.

Jerih lelah Guntur tak sia-sia, ia berhasil masuk klub di kota. Bahkan terpilih untuk ikut seleksi beasiswa di sebuah klub bulutangkis ternama di Kudus, klub yang melahirkan jagoan-jagoan bulutangkis Indonesia. Namun, langkahnya tidaklah mulus. Banyak rintangan yang bisa membuat langkah Guntur terhenti. Masalah biaya, teman yang menjadi kompetitor, sampai keretakan hubungan Guntur dan kedua sahabatnya.

Berhasilkah Guntur mengatasi berbagai persoalan itu? Mampukah ia menggapai impiannya? Terlebih dari itu, bagaimana akhir dari hubungannya dengan Raden dan Michelle?

Temui penulis Iwok Abqari sang novel adaptasi KING di Pesta Buku Jakarta 2009, Istora Senayan Jakarta, Minggu, 05 Juli 2009, pukul 18.30 - 20.00 WIB di Stand Kelompok Agromedia.
 
Bookmark and Share

Jadikan Membaca Sebagai Gaya Hidup

 
 
 
Pesta Buku Jakarta 2009
[Jakarta] Mari jadikanlah membaca sebagai sebuah gaya hidup dan membudaya kepada seuruh lapisan masyarakat. Hal itu diungkapkan Gubernur Fauzi Bowo pada Pembukaan Pesta Buku Jakarta 2009 Sabtu (27/6) di Istora Senayan Jakarta.

Banyak masyarakat kita yang menjadikan café sebagai gaya hidup. Kini, kenapa tidak membaca dijadikan sebagai gaya hidup juga. Harapan inilah yang ditorehkan dengan adanya Pesta Buku Jakarta 2009.

“Untuk menjadikan buku sebagai gaya hidup yang diterima masyarakat tentunya sangat berkaitan dengan harganya yang bervariatif. Oleh karena itu, saya sangat mendukung kalau harga buku relatif murah agar mudah dijangkau,” tuturnya.

Karena itu, diharapkan acara Pesta buku Jakarta 2009 dapat memberikan harapan-harapan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan membaca dan meningkatkan minat baca masyarakat, tambahnya.

Dari data temuan UNDP, posisi minat baca Indonesia berada di peringkat 96, sejajar dengan Bahrain, Malta, dan Suriname. Untuk kawasan Asia Tenggara, hanya ada dua negara dengan peringkat di bawah Indonesia, yakni Kamboja dan Laos.

Oleh karena itu, IKAPI merasa perlu melakukan kampanye pentingnya buku dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai salah satu tindakan konkritnya, pada pembukaan Pesta buku Jakarta 2009, IKAPI dan Fauzi Bowo menghibahkan 150 buku sebagai simbolisasi peduli gerakan membaca.

Ketua IKAPI mengatakan, dengan mengusung tema Book Is My Lifestlye penyelenggaraan 19 tahun Pesta Buku Jakarta 2009 menggagas sebuah upaya menjadikan buku sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan buku menjadi gaya hidup, maka masyarakat menjadi akrab dan tidak berjarak dengan buku.

Pada kesempatan ini, hadir pula Cinta Laura sebagai publik figure yang peduli dengan buku. Baginya, ia prihatin dengan generasi sekarang yang tidak peduli buku. Karena membaca baginya adalah sebuah kegemaran. Dengan itu, Cinta bisa lebih berkembang wawasannya.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Agromedia sebagai salah satu partisipan memberikan penawaran buku-buku bervariasi dengan harga-harga yang miring.

Fauzi Bowo mengatakan, ia tertarik dengan buku Young On Top karena kajiannya menarik, bahasanya sederhana dan mudah diterima oleh semua orang. Suatu hari ia diberikan buku oleh salah satu kerabatnya, namun hilang dikantor.

“Saya terkejut sekaligus senang, berarti ada kemajuan dalam membaca,” tuturnya disambut dengan ledakan tawa seisi ruangan.