Melatih Koordinasi, Logika, Memori, dan Emosi dengan Rubrik

 
Rahasia Permainan Rubik dari Sang Master
 
Ingin tahu rahasia permainan Rubik dengan kecepatan tinggi? Berikut hasil wawancara dengan salah satu master Rubik Indonesia, Wicaksono Adi. Ia berhasil meraih World Record #2 Multiple Blindfolded in 1 hour pada pada Rubik’s Cube Indonesian Open 2009. Chuck, panggilan Wicaksono Adi, telah merilis buku Tip & Trik Jago Main Rubik. Buku terbitan Gradien ini sedang meluncur ke toko-toko buku. 

Anda mulai mengenal Rubik pada Mei 2009, dalam waktu cepat sudah bisa masuk kejuaraan dunia. Apa rahasianya?
 
Betul, saya mempelajari Blindfolded sejak akhir Mei 2009. Ketika itu baru 2 bulan saya bisa menyelesaikan Rubik   dengan mata terbuka. Rahasianya terletak pada kesungguhan serta kesediaan untuk belajar dari kesalahan. Kesungguhan akan lahir dari kecintaan kita terhadap permainan ini. Hanya kebetulan saja saya memang senang menghapal sejak kecil, maka Blindfolded yang sangat erat kaitannya dengan menghapal pun sangat saya nikmati.
 
Butuh waktu berapa lama jika ingin bisa main Rubik secara otodidak?
 
Jika mempelajari Rubik  secara otodidak, biasanya dalam waktu sehari sampai seminggu Anda sudah bisa menyelesaikannya. Ini tergantung pada kemampuan Anda menyerap hal baru dan seberapa mudah penjelasan yang diberikan oleh sumber belajar Anda.

Apa yang bisa didapat dari permainan Rubik ini?

Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, melatih koordinasi otak-mata-tangan, mengasah logika, memori, dan kestabilan emosi. Dan jika Anda ahli dalam permainan ini, beragam rekor dan penghargaan/hadiah akan menanti Anda. Namun di atas semua itu, kita bisa mendapatkan persahabatan dengan teman-teman sehobi dalam komunitas Rubik  . Menurut saya itu jauh lebih bernilai daripada yang lain.

Apa kunci dan rumus spesial dari permainan Rubik ?

Kunci dari permainan Rubik  yang cepat adalah "look ahead" dan "fingertrick". Look ahead adalah kemampuan melihat langkah berikutnya saat kita masih menyelesaikan sebuah langkah. Sementara fingertick adalah mengoptimalkan penggunaan setiap jari kita dalam memutar Rubik.

Butuh berapa waktu Anda bisa menyelesaikan permainan Rubik tanpa tutup mata dan dengan BLD (blindfolded solving)?

Saya menguasai metode menyelesaikan Rubik   dengan mata terbuka dalam 4 jam. Sementara saya menguasai Blindfolded dalam waktu 5 hari, dan butuh 2 minggu lagi untuk bisa melakukan Multiple Blindfolded (menyelesaikan Rubik   lebih dari satu dengan mata tertutup).

Dalam BLD, bagaimana cara membedakan warna satu sama lain dengan mata tertutup?

Dalam Blindfolded, ada waktu yang diberikan untuk melakukan memorisasi pada Rubik  , sebelum akhirnya kita menutup mata. Pada saat memorisasi itulah kita menghapalkan kondisi Rubik   yang warnanya teracak-acak. Setelah itu, barulah kita menutup mata dan hanya bertumpu pada ingatan kita terhadap warna-warna tersebut.

Bisakah orang buta warna menyelesaikan permainan Rubik ?

Bisa. Jika Anda mengalami buta warna namun tetap bisa membedakan antara satu warna dengan warna yang lain, maka ya, Anda bisa memainkan Rubik  . Didik Danardono, salah satu pendahulu permainan ini di Indonesia, adalah seorang buta warna dan dia memiliki kecepatan penyelesaian di bawah 20 detik rata-rata.

Di Indonesia, apakah permainan Rubik ini sudah memasyarakat?

Tidak pernah ada kata cukup untuk menjawab apakah Rubik   sudah cukup memasyarakat, namun bisa saya katakan bahwa perkembangan aktivitas Rubik   di Indonesia benar-benar mengagumkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini. Hampir di setiap sekolah, kampus, dan kantor kita pasti bisa menemukan setidaknya ada beberapa orang yang memainkan permainan ini. Dan seperti yang kita tahu, ketertarikan pada Rubik  dapat menyebar dengan sangat mudah bagaikan virus. Dalam satu tahun ini, telah terjual kurang lebih 10 juta Rubik  dengan berbagai merk hanya di Indonesia saja.

Boleh tahu, apa saja bocoran dalam buku Anda, Tip & Trik Jago Main Rubik  ?

Dalam buku ini, saya memberikan panduan menyelesaikan Rubik  untuk pemula, jenis-jenis Rubik  dan perawatannya, metode-metode untuk menjadi cepat, panduan menyelesaikan Rubik  dengan mata tertutup, dan kumpulan komik lucu tentang Rubik   yang dibuat oleh rekan saya. Jika Anda membeli buku Tip & Trik Jago Main Rubik, Anda tidak akan butuh buku lain lagi untuk bisa jago dalam permainan ini. Nantikan buku saya berikutnya untuk menyelesaikan Rubik   yang memiliki dimensi kubus lebih besar (abe).


Share|
 
lihat juga  http://www.youtube.com/user/WicakTP04#g/u

 

Belajar dari Film Mr.Bean dan Charlie Chaplin

Wawancara Eko S Bimantara, komikus Guru Berdiri Murid Berlari

Membuat orang tertawa melalui komik bukanlah soal mudah; butuh eksplorasi dan proses ‘mencerna’ yang menguras raga dan otak. Nah, bagaimana cara menuangkan ide komik strip dalam buku yang baru saja dirilis (Guru Berdiri Murid Berlari) dan apa rahasianya bisa mengundang tawa, berikut hasil wawancara singkat Eko S Bimantara.

Apa sebutan gaya berkomik bung dalam Guru Berdiri Murid Berlari?

Hmmm, kalau gaya saya nggak bisa tentuin sendiri apa namanya, tergantung apresiator juga kan. Tapi kalau saya pribadi bilang komik ini berjenis kartun atau lebih tepatnya kumpulan komik strip.

Berapa lama proses kreatif pengerjaan komik Guru Berdiri Murid Berlari?

Kalau total waktunya saya nggak bisa pastikan. Soalnya nyambi kuliah dan kegiatan lainnya. Kalau nggak saya mulai buat itu dari bulan Mei 2009 dan selesai Oktober 2009 lalu.

Apa yang membuat bung tertarik mengomikkan tema pendidikan?

Seperti halnya kata pengantar saya, karena yang pertama kali harus dibenahi dari negara kita memang dunia pendidikan, karena dari itu saya berinisiatif untuk membuat karya yang mengkritik hal-hal yang perlu diperbaiki, yang memang terjadi di kehidupan kita sehari-hari. Selain itu saya memang punya pengalaman terhadap tindakan guru yang sepertinya kehabisan treatment untuk anak bandel.

Sepertinya ingatan Anda soal sekolahan begitu membekas, hingga yang Anda gambarkan terasa begitu dekat dengan pembaca. Apa rahasianya?

Hehe, kalo dibilang rahasia saya rasa sih nggak, saya pikir masing-masing dari  kita punya memori sendiri akan masa-masa sekolah dulu, dan kebanyakan orang lebih suka membicarakannya sebagai bahan obrolan, nah kalau saya mungkin lebih suka meng-gambar-kannya.

Apa tip atau jurus Anda hingga bisa membuat empat kotak gambar langsung bisa ditangkap orang dan membuat tertawa?

Hmmm, membuat komik ini memang proses pencarian ide ceritanya yang lebih lama, karena saya memang mencoba untuk memaparkan cerita dengan 'segamblang' mungkin untuk bisa cepat di tangkap oleh siapa saja tanpa menuntut pembaca untuk berpikir lebih jauh akan pesan yang disampaikan, dan yang memang membuat rumit adalah bagaimana caranya supaya penyampaian ini juga bisa menghibur,

Tips saya mungkin cuma satu, dan ini bisa di aplikasikan dalam komik komedi dalam bentuk apapun:
Saya rekomendasikan untuk menonton film serial Mr.
Bean dan Charlie Chaplin (visual komedi yang menurut saya paling oke), dan coba berpikir untuk membuat, jangan hanya menonton dan terhibur karenanya saja (tonton, telaah,dan dipikirkan saja, ga perlu direalisasikan dalam bentuk film). Nah, karena karya tersebut film, jangan anggap berbeda dengan komik, karena ide utamanya sama yakni 'visual' bedanya film itu gambar yang benar-benar bergerak, komik memanfaatkan panel untuk bergerak (walaupun membutuhkan daya imajinasi).

Apa harapan bung dengan adanya komik ini?

Tujuan utamanya membuat pembaca terhibur, setelah itu baru berharap agar pembaca dapat tergerak hatinya terhadap pesan yang saya sampaikan.

Selain tema komik pendidikan adakah tema lain yang pernah digarap dalam bentuk serupa?

Sebelum Guru Berdiri Murid Berlari di terbitkan oleh Gradien, saya telah membuat 5 edisi KRL ( Komik Rada Lucu) dengan tema yang berbeda dan dipublikasikan secara independen atas nama Serrum (komunitas Seni Rupa yang saya geluti). Tema-tema yang lain seperti pertama kali saya membuat komik seperti ini yakni : tentang penumpang di atas kereta, kebiasaan menonton tayangan televisi, kasus yang terjadi terhadap wanita (edisi spesial Kartini), dan kekerasan dalam rumah tangga.

Sepertinya bung terlibat dalam pembuatan mural  Cicak vs Buaya? Berlokasi di mana saja?

Iya, saya ilustrator desain, termasuk salah satu muralisnya hehehe. Kalau memang sampai sekarang muralnya masih utuh, lokasinya itu ada di Dukuh atas, Menteng dekat bioskop Metropole, Cikini, Senayan, Kuningan, belakang gedung DPR, dan Pasar Festival (abe).
 
 
foto dari http://ekotoon.wordpress.com/about/