Asyiknya Main Rubik: Asah Memori dan Adu Cepat di Gramedia Matraman

Masih dalam rangkaian promo buku Jago Bermain Rubik, kali ini Chuck (Wicaksono Adi) penulis sekaligus pemenang World Record #2 Multiple Blindfolded didapuk menebarkan semangat bermain Rubik di Gramedia Matraman, Jakarta, sore lalu (Selasa, 21/12/09). Untuk memperkenalkan permainan edukatif ini, Chuck membuka dengan atraksi adu cepat main Rubik dengan tutup mata lengkap dengan alat timer. Inilah seni bermain Rubik tingkat tinggi; bukan sulap, bukan sihir, tapi mengandalkan kemampuan mengingat dan perhitungan ‘matematis.’

Sebagai pemanasan talkshow, Chuck dan teman-teman komunitas Rubik Jakarta berkeliling untuk memperlihatkan cara menyelesaikan permainan ‘kotak ajaib’ ini dengan cepat pada pengunjung toko buku terbesar di Asia Tenggara itu.

Nah, berbagai metode eksekusi, diantaranya memakai penyelesaian lapis demi lapis, dipaparkan mahasiswa Teknologi Pertanian UGM ini dalam talkshow yang banyak dikunjungi anak muda dan orangtua. Chuck juga menjelaskan soal algoritma. “Algoritma tidak serumit yang kita bayangkan,” ujar Chuck. Lanjutnya, algoritma adalah susunan gerakan yang perlu dilakukan untuk membuat efek tertentu pada Rubik tanpa merubah urutan yang telah kita susun.

Beberapa penonton juga diajak menyelesaikan Rubik yang telah diacak. Memang bukan soal mudah menyamakan semua sisi dengan warna yang diinginkan. Untuk menyelesaikan Rubik, memang butuh formula khusus dan Chuck membeberkan rahasia ini dalam buku terbitan Gradien. Sekadar catatan dalam seminggu buku ini langsung masuk dalam daftar buku laris di Jabodetabek. Menurut Chuck, tren Rubik memang kembali menggema di kalangan anak muda.

Menurut pengakuan para anggota Rubik Club Jakarta, mereka rata-rata belajar Rubik dalam hitungan jam hingga hari.

Ingin main Rubik dengan asyik tanpa pusing? Simak langkah-langkahnya dalam buku Jago Bermain Rubik.




 


Share|
 
lihat juga  http://www.youtube.com/user/WicakTP04#g/u

 

Sang Timur Mengintip Dapur Penerbitan Kelompok Agromedia

Montong, Kamis, 5 November 2009

Sekitar 207 siswa SMP Sang Timur, Tangerang, pagi ini berkunjung ke kantor penerbitan Kelompok Agromedia di Jalan H. Montong No.57, Jakarta Selatan. Kunjungan ini diterima oleh Hikmat Kurnia (Direktur Kelompok Agromedia), Fuad Izzudin (manager produksi), serta para editor, desainer, dan sekretaris redaksi. Siswa kelas satu dan dua serta 17 guru pendamping diterima di ruang serba guna yang berada di halaman belakang kantor.

Untuk mengenalkan ‘rimba buku’ serta dunia penerbitan, Tutu Rukmono dari penerbit Cmedia, mewakili seluruh penerbit di bawah Kelompok Agromedia, menjelaskan satu demi satu penerbit berikut karakter buku yang diterbitkan.

Ada 13 penerbit dan 5 distributor buku yang berada di bawah payung Kelompok Agromedia. Selain itu Tutu juga memaparkan 4 imprint penerbitan di bawah Kelompok Agromedia. Sampai saat ini Kelompok Agromedia telah menerbitkan lebih dari 3000 judul buku.

Nah, mengenai proses pembuatan buku hingga ke percetakan dipresentasikan oleh Sandy Fahamsyah, editor WahyuMedia. Bagaimana naskah masuk, proses editing buku, proses desain, hingga memfilmkan/kalkir, dijelaskan langkah demi langkah. Lebih detail, Sandy juga mengulas masalah EYD dan kesalahan penulisan dan bagaimana membuat sistematika penulisan yang baik.

Sebagai hiburan, Nawos dan Izul mkuis berhadiah buku-buku untuk siswa SMP. Kedua layouter ini memandu acara dengan kocak dan disambut tawa para siswa.

Usai pengenalan soal dunia penerbitan, para siswa terus diajak berkeliling ke masing-masing ruang redaksi , desainer, dan pengelolaan web.

Kunjungan ini SMP Sang Timur terus berlanjut ke percetakan Penebar Swadaya, Jakarta Timur.

***

Kunjungan yang Pas dengan Pelajaran Jurnalistik

Montong, 5 November 2009

Mungkin dunia media bukanlah hal baru bagi para siswa SMP Sang Timur, Tangerang. Sebab Jurnalistik sudah mulai diperkenalkan dan menjadi pelajaran di sekolah tersebut. Maka kunjungan ke Kelompok Agromedia (penerbit dan distributor) serta percetakan Penebar Swadaya sangatlah pas.

“Ini adalah kunjungan pertama siswa SMP Sang Timur di Kelompok Agromedia (penerbitan dan distributor) dan Percetakan Penebar Swadaya,” ujar Cicilia Nedyo Astuti, salah satu guru pendamping. Sebelumnya, kami lebih sering mengajak mereka ke tempat-tempat wisata dan museum. Maka ini adalah hal baru bagi kami dan para siswa.

“Tujuan kunjungan kami ke sini agar lebih mengenal di balik dapur penerbitan dan percetakan,” tambah guru budi pekerti ini. “Harapannya siswa menjadi tertarik tentang buku, membaca, dan menulis,” tambah bu Cicilia. Selain itu, banyak siswa yang berharap bisa berjumpa dengan Raditya Dika, penulis buku Kambing Jantan di kantor ini.

Kesempatan berkunjung ini tidak saja disambut antuias oleh guru-guru, namun para siswa. Banyak siswa yang kagum dan tertarik melihat proses cetakan, pemotongan, hingga penjilidan buku.

***
Foto-foto:


 














   Share|