Berbagi Kisah dari Seorang Momi Gokil

 
Menulis itu kabarnya bisa membebaskan kepenatan, menghidupkan otak kiri dan kanan, juga membawa seseorang pada keadaan yang menyenangkan. Terutama, jika si penulis bisa memberikan kontribusi yang berefek pada saraf humor dan keriangan jiwa. Kebiasaan menulis bisa diawali dari ketekunan menulis di buku harian. Resep manjur ini konon diamini oleh banyak penulis senior.
 
Nah, bagaimana jika seorang ibu yang mengaku gokil menuliskan pengalaman kesehariannya pada sebuah buku? Hasilnya adalah buku harian seorang mami dodol yang di tulis oleh Yenny Lesiy. Saking bebasnya, Yenny menuliskan dalam gaya bahasa keseharian yang menabrak lajur Ejaan Yang Disempurnakan. Ya, sah-sah saja. Lagian ini—konon—bagian dari kebebasan di ranah budaya popular. Nabrak pakem nggak masalah asal pesan bisa sampai. Pun inilah kekhasan dari buku ini. Sejujurnya gaya nulis begini sudah menjamur di dunia perbukuan Indonesia.
 
Nah, kalau dari soal isi kisah di buku Gokil Mom ini lumayan ramai dan kocak. Dalam seratus limapuluh satu halaman, Yenny menuliskan kisah-kisahnya saat bergaul dengan anakya, Tristan dan soal keluarganya. Memang tidak mudah untuk menampilkan tulisan yang menggugah saraf tawa. Namun, Yenny menyuguhkan dengan gayanya yang spontan dan mengalir.
Buku ini dimulai dari keyakinan bahwa segala yang kecil bisa bikin kita ketawa, hari ini pun jadi lebih ringan. Hidup udah susah, gak perlu dibikin tambah njelimet. Ngetawain kekonyolan diri  sendiri, melecehkan kesalahan-kesalahan yang kita perbuat bisa bikin hari lebih ceria, hidup lebih sumringah en muka bebas kerut tanpa perlu operasi plastik. Demikian Yenny menuliskan dalam selembar kata pengantarnya berjudul “asal muasal gila-na.”
Berumahtangga seperti halnya dalam diari mami ini sarat warna dan humor. Karena si mami ini selalu melihat dari sisi lain, bukan ketegangan, tapi humor. Baik di sengaja ataupun tidak sebenarnya mami menuliskan hal-hal yang sepele yang malah menjadi penting untuk ditertawakan.
 
Semisal soal kecadelannya ketika mendapat telepon dari Telkom yang membuatnya mati kutu. Selebihnya, mami nggondok dari saat ia menjelaskan bahwa perusahaannya bergerak di bidang cargo and trading, ternyata didengar tuading. Ketika mulai kesel si mami membalas, “Trading itu jual beli barang, mbak.” “Apa?? Jual beli bawang??”
 
***

Bisa jadi humor adalah kejujuran kita ketika menulis apapun yang pernah kita jumpai, rasakan, dan temukan dalam kehidupan sehari-hari. Secuil humor adalah energi dasyat yang menggugah roman kusut Anda menjadi fresh tanpa harus facial  di salon.

booktalk jakbook festival