Bercermin Lewat Ramalan

 
Sejak jaman purba hingga kini, aktivitas ramal-meramal terus dirawat dan dijaga. Harus diakui dalam beragam kebudayaan, dunia ramal-meramal telah mewarnai planet bumi ini.  Metodenya beragam, dari medium melihat langit, bintang, awan, tangan, warna, angka, hari-hari, kartu, dan lain sebagainya.

Berangkat dari rasa penasaran dan keingintahuan yang besar akan misteri manusia dan alam semesta, maka munculkah astrologi, numerologi, weton, feng shui, palmistri, dan lain sebagainya. Ya, memprediksi masa depan lewat hal ini memang selalu menarik perhatian berbagai kalangan, termasuk anak-anak muda. Bisa kita lihat dalam media cetak atau on line, soal zodiak dengan mudah bisa ditemui.

Ketertarikan pada dunia ramal-meramal membuat Dita Nadia, seorang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia membukukan Girl’s Handbook of Fortune Telling. Menurut pengakuannya, idenya berilhami dari rasa penasaran dan misteri yang selalu menyelubungi cewek.Terutama berkisar soal pertanyaan, pasangan hidup, karier, bakat, kesehatan, dan lainnya.

Buku ini berisi informasi seputar astrologi Barat, astrologi China, astrologi Mesir, astrologi Aztec, astrologi pohon, feng shui, numerologi, letak tahi lalat, meramal datangnya menstruasi, weton Jawa, dan lainnya.

Dalam pengantar buku ini, Dita mengakui bahwa ramalan bisa berdampak positif. Gadis kelahiran Jakarta, 13 Mei 1987 ini, ia coba menunjukkan: dengan ramalan, kita tahu kelebihan diri kita, mendapat sugesti yang positif sehingga kita akan mendapatkan citra diri yang baik.

Buku yang ditujukan spesial untuk cewek ini juga mengenalkan ramalan terkait dengan haid. Semisal, jika kamu mendapat haid di hari Minggu, ada kemungkinan kamu bertemu dengan teman atau kenalan lama. Jika hari Senin, keberuntungan akan segera datang menjemput. Jika hari Sabtu, bersiaplah untuk mendapatkan kejutan yang tak terduga dan tidak diprediksi.

Ingin bercermin diri lewat ramalan? Silakan simak Girl’s Handbook of Fortune Telling yang diterbitkan oleh Gradien Mediatama.
 

booktalk jakbook festival