Di Saat Musim Panas Tak Lagi Sempurna

Dulu, musim panas merupakan saat yang paling dinanti oleh Belly. Kini, meski ia merindukan liburan musim panas seperti sebelumnya, semua akan terasa sangat berbeda. Ya, kepergian Susannah untuk selama-lamanya telah mengubah segalanya.

Kepergian Susannah membuat segalanya menjadi berbeda, termasuk kebersamaannya dengan Conrad dan Jeremiah—kedua anak Susannah. Sejak Susannah meninggal, mereka kembali kepada kehidupannya masing-masing.

Namun, hilangnya Conrad dari sekolah membuat Belly harus kembali berkumpul bersama Jeremiah. Cousins—tempat mereka biasa menghabiskan musim panas—adalah tujuan utama mereka.

Conrad yang sejak awal sudah memikat hati Belly, memang bukan lelaki yang mudah untuk ditaklukkan. Kemana pun Conrad pergi, sudah dipastikan hati Belly akan ikut bersamanya. Meski beberapa waktu lalu Belly sempat bermasalah dengan Conrad, namun melihat keadaan terpuruknya saat ini tetap mampu membuat Belly tersentuh dan ingin membantunya.

Sayang, apa yang terjadi tidaklah sesuai harapan Belly. Seolah ada tembok besar yang selalu menjadi penghalang antara dirinya dan Conrad. Di lain pihak, Jeremiah—adik Conrad yang rupawan—selalu menjadi sahabat terbaik Belly.

Masalah demi masalah perlahan datang menghampiri. Layaknya bom waktu yang bisa meledak kapan pun. Begitu juga dengan masalah internal antara Conrad dan Jeremiah dengan ayahnya. Atau permasalahan hati antara Belly, Conrad, dan Jeremiah. Semua datang bersamaan. Membuat salah satu dari mereka harus bisa mengambil sebuah keputusan.

It’s Not Summer without You masih menceritakan tentang kehidupan tradisi musim panas antara keluarga Belly dan Conrad. Kini, duka mendalam menjadi akar permasalahannya. Novel karya Jenny Han yang diterbitkan di Indonesia oleh Gradien Mediatama ini tidak hanya mengisahkan tentang sebuah kedukaan akan kepergian seseorang untuk selamanya. Tetapi juga, bagaimana cara menyikapi sebuah kehilangan. Dengan terus melangkah, kehilangan akan menjadi salah satu bagian terindah yang bisa dikenang di masa mendatang.
 

booktalk jakbook festival