Impian Para Serdadu Kumbang

Tiap anak memiliki cita-citanya sendiri. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, kyai, pembawa berita, bahkan ahli vulkanologi. Cita-cita setinggi langit inilah yang membakar semangat anak-anak yang tinggal di desa Mantar.

Pohon cita-cita yang terdapat di desa tersebut menjadi saksi bisu harapan-harapan masa depan para penerus bangsa ini, kecuali seorang anak bernama Amek. Ia berbeda dengan anak lainnya. Ia hanya mengungkapkan cita-citanya dalam diam.

Dibanding kedua sahabatnya, Acan dan Umbe, Amek memang lebih tertutup, keras hati, dan cenderung jahil. Bahkan, sebelumnya Amek pernah tinggal kelas. Lain halnya dengan sang kakak, Minun. Minun adalah juara kelas di SMP-nya.

Meski sang adik memiliki kekurangan secara fisik dan sifat yang sedikit menyebalkan, namun Minun begitu menyayangi Amek. Hal itu terlihat dari bentuk perhatian Minun saat kuda putih kesayangan Amek, Samodeng diambil secara paksa oleh teman-teman Jek, ayah Amek dan Minun, yang baru saja kembali dari Malaysia setelah tiga tahun pergi bekerja tanpa kabar.

Amek, Acan, Umbe, dan Minun memang anak-anak hanyalah anak desa. Tetapi mereka memiliki impian, cita-cita, dan harapan yang begitu tinggi. Bersama mereka menapaki jalan untuk meraih segala mimpinya.

Serdadu Kumbang, sebuah novel yang diadaptasi dari film layar lebar begitu menyentuh hati. Persahabatan yang begitu kental menjelma menjadi sebuah persaudaraan. Mereka tidak hanya saling menolong dan mendukung. Tetapi juga saling menyayangi, memiliki, dan saling membutuhkan.

Ada pula kisah tentang eratnya sebuah persaudaraan antaranggota keluarga. Pengorbanan yang begitu besar mencerminkan betapa berartinya seorang saudara di dalam keluarga.

Novel yang ditulis oleh Rain Chudori-Soerjoatmodjo ini menyadarkan kita arti penting sebuah hubungan, baik itu hubungan keluarga, pertemanan, dan bahkan hubungan antara murid dan guru.

Novel terbitan Gradien Mediatama ini menggugah rasa solidaritas kita, membuka mata kita tentang sebuah pelajaran hidup, serta memberikan hikmah dari sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.
 

Terima kasih sudah melepaskan

dipaksa rela