Kepolosan Pembawa Tawa

Seorang anak memang memberikan kebahagiaan tersendiri kepada kita. Jangankan tingkah lakunya, celetukan atau pun cerita seorang anak terkadang bisa membuat orang di sekitarnya tersenyum dan tertawa.

Anak-anak dengan segala kepolosannya menghiasi sisi tersendiri dari sebuah cerita kehidupan. Bahkan, memberikan keasyikan tersendiri bagi kita yang mendengarnya. Seperti 154 cerita humor yang terangkum dalam buku Tertawa Cenat-Cenut Kids yang ditulis oleh Hendri Bun. Seperti salah satu cerita di bawah ini.

Guru TK: “Andi, dari tadi kamu tidak memerhatikan Ibu. Sekarang coba kamu maju dan menyanyikan sebuah lagu.”
Karena agak takut, Andi menyanyi dengan pelan. “Cicak-cicak di dinding….”
Guru: “Kurang besar…!”
Andi: “Tokek-tokek di dinding….”
Guru: “Kurang besar…!”
Andi: “Buaya-buaya di dinding….”
Guru: “Andi, yang Ibu maksudkan suaramu yang kurang besar, bukan binatangnya.”

Atau mungkin cerita yang satu ini.

Ibu: “Mengapa kamu pulang sekolah terlalu cepat? Kamu sakit, Nak?”
Anak: “Ah… nggak kok, Bu. Saya sehat-sehat saja. Saya pulang cepat soalnya hanya sayalah satu-satunya
Yang bisa menjawab pertanyaan dari Ibu Guru.”
Ibu: (dengan perasaan bangga) “Oh benarkah? Hebat benar anak Ibu ini! Eh… memangnya pertanyaannya apa sih?”
Anak: “Siapa yang melempar Ibu Guru dengan penghapus?”
Ibu: ##$*&^@!!

Bagaimana dengan dua cerita di atas? Cukup mengundang gelak tawa kan? So, tunggu apa lagi. Buruan baca deh buku terbitan Gradien Mediatama ini. Dijamin lucu! Selamat membaca.
 

booktalk jakbook festival