King: Perjuangan Hidup yang Mengharu-biru

Di era 70-an, nama Liem Swie King begitu berkibar. Prestasinya di olahraga bulutangkis memang tidak diragukan lagi. Sejumlah turnamen dan medali emas pun telah diraihnya. Maka tak ayal jika hingga kini dirinya menjadi salah satu panutan di dunia perbulutangkisan. Sosok Liem Swie King pula yang membuat Tejo terkagum-kagum. Dari sosok pejuang bulutangkis ini, Tejo ‘memaksa’ Guntur—anaknya— agar memiliki daya spirit seperti King.

 

Itulah sekelumit kisah novel adaptasi KING. Novel yang ditulis oleh Iwok Abqary ini berkisah tentang Guntur, Raden, dan Michele, dan perjuangan King yang legendaris itu. King adalah sebuah film bulutangkis pertama di dunia garapan Ari Sihasale yang akan diputar mulai 25 Juni 2009 mendatang.

 

Tokoh utama Guntur, dalam novel King, adalah bocah biasa pecinta olahraga bulutangkis dari keluarga kurang mampu. Kendala kemiskinan tidak membuatnya gamang melangkahkan merebut mimpinya. Kisah ini diramu begitu realis yang tak jarang mengaduk-aduk emosi pembaca. Iwok pun berhasil menurunkan bahasa gambar (film) ke ranah novel yang lengkap tentang adegan-adegan drama kehidupan Guntur begitu nyata.

 

Membaca King, Anda dibawa pada suasana kehidupan Guntur berlatar dunia bulutangkis, persahabatan, kemandirian, dan perjuangan hidup.  Lucu, penuh kejutan, ketegangan, mengharukan, menginspirasi, dan membangkitkan semangat. Demikian apresiasi pendek dari novel yang diterbitkan Gradien.

 

Segudang masalah menghadang sekali pun peluang itu muncul di hadapan Guntur. Berhasilkan Tejo meneteskan semangat juang Liem Swie King pada Guntur? Berhasilkah Guntur dalam memilih jalan hidupnya?

 

Anda perlu membaca buku ini dan menonton filmnya. Novel ini tidak saja mengharu-biru, tapi begitu nyata memotivasi seseorang agar bangkit dan terus berjuang.

 

———————

Saksikan dibalik pembuatan film KING di Kick Andy (Metro Tv), Jumat, 19 Juni 2009, pukul 21.30 WIB.


Bookmark and Share

Terima kasih sudah melepaskan

dipaksa rela