PRE-ORDER MADEIRA

          “Kenapa kau tak terbuka seperti dulu? Dei yang selalu ceria dan cerita banyak hal padaku. Kenapa kita tak bisa sedekat dulu?” Lim berkata penuh emosi. Kali ini, dia tak berhasil mempertahankan ketenangannya.

      “Semua sudah berakhir, Lim.” Suaraku tertahan. “Kenapa kau menuntut banyak hal, sedangkan kau sendiri yang pergi? Setelah bertahun-tahun tak saling berkirim kabar, sekarang kau menuntut sebagai orang yang paling mengerti aku?”

            Lim membeku. Ia seperti tak siap dengan ucapanku. Baginya, aku Dei yang sama. Dei yang perlu ia lindungi, Dei yang membutuhkan perhatian penuh darinya.

“Persahabatan kita sudah lama berakhir.”

 


Ide ceritanya fresh. Gaya bercerita yang enak dan mengalir dengan karakter tokoh yang kuat (Dei dan Lim). Konfliknya beragam dan ringan, pembagian babnya sangat diperhitungkan, sehingga pembaca akan selalu dibuat penasaran dan ketagihan untuk mengikutinya ceritanya sampai selesai dengan menyenangkan.

qoute kenangan
Madeira
Madeira
Madeira
Madeira
madeira
Madeira
Madeira
Madeira
Madeira
Madeira
Wulan Kenanga
Madeira TBO
PO Madeira TBO
madeira

Terima kasih sudah melepaskan

dipaksa rela