Reza Mustopa
Sebuah renungan jujur tentang duka yang tak selalu lahir dari kematian — dan tentang pulang pada sosok yang semakin sulit dijangkau.
Buku terbaru karya Reza Mustopa. Segera Hadir.
RELATABLE BUATMU
KONSEP BUKU YANG DEKAT DENGANMU
Salahkah aku berduka untuk Bapak yang masih ada? Selama ini aku merasa menjadi yatim perasaan. Bukan karena Bapakku telah tiada, tetapi karena aku tumbuh tanpa benar-benar merasakan kehadirannya.
Aku tumbuh bersama banyak kehilangan, tetapi tidak pernah benar-benar bisa menunjuk apa yang sebenarnya hilang. Yang kutahu, ada bagian dalam diriku yang terus merasa kosong. Bahkan sampai hari ini, masih ada anak kecil dalam diriku yang berharap bisa pulang pada sosok yang semakin sulit ia jangkau.
Aku pernah marah, kecewa, mengeluh, mempertanyakan hidup, bahkan menjauh dari Tuhan. Sebab selama ini aku terus mencari siapa yang harus kusalahkan, sampai akhirnya kusadari bahwa tidak semua duka lahir karena kematian.
Kadang, duka lahir ketika seseorang masih ada, tetapi kehadirannya tak lagi terasa sebagai tempat pulang.
“
Aku merasa menjadi yatim perasaan, bukan karena kehilangan — tapi karena tumbuh tanpa benar-benar merasakan kehadiran.
Setiap orang punya definisi rumah yang berbeda. Bagi sebagian, rumah adalah alamat. Bagi yang lain, rumah adalah rasa yang harus terus dicari.
“
Ada anak kecil dalam diriku yang masih berharap bisa pulang.
Duka tak selalu datang dengan tangis. Kadang ia hadir diam-diam, dalam bentuk kerinduan yang tak pernah terucap.
“
Tidak semua duka lahir karena kematian.
Kita sering diajarkan untuk kuat, tapi jarang diajarkan cara berdamai dengan apa yang hilang meski masih ada.
“
Kadang, duka lahir ketika seseorang masih ada, tapi kehadirannya tak lagi terasa sebagai tempat pulang.
Buku ini bukan tentang menyalahkan siapa pun. Ia tentang memahami, lalu perlahan melepaskan.
“
Aku terus mencari siapa yang harus kusalahkan, sampai akhirnya kusadari — tidak ada yang perlu disalahkan.
Dan pada akhirnya, menerima adalah bentuk pulang yang paling jujur.
“
Rumah bukan sekadar tempat, melainkan rasa yang tak selalu bisa ditemukan pada mereka yang seharusnya paling dekat.
Reza Mustopa
Penulis
Halo, namaku Reza Mustopa.
Orang-orang biasa memanggilku Reza. Seseorang yang pernah kehilangan ibu di usia yang sangat muda, lalu tumbuh sambil belajar memahami arti kehilangan dalam bentuk yang berbeda. Kehilangan yang tidak selalu datang karena kematian, tetapi juga karena kehadiran yang terasa semakin jauh.
Aku menulis bukan karena hidupku telah baik-baik saja. Justru sebaliknya. Ada banyak pertanyaan yang belum sempat menemukan jawaban, banyak luka yang masih belajar diterima, dan banyak percakapan yang hanya bisa kusampaikan lewat kata-kata.
Melalui buku ini, aku ingin menemani siapa pun yang tumbuh dengan nama "bapak", tetapi tidak pernah benar-benar merasakan kehadirannya. Aku tahu rasanya mencari tempat pulang dalam diri seseorang yang seharusnya menjadi rumah. Aku juga tahu rasanya bertanya-tanya, apakah wajar berduka untuk seseorang yang masih hidup.
Kalau kamu ingin berbagi cerita atau mengikuti perjalanan menulisku, kamu bisa menemukanku di:
TikTok: @rezamustopa_
Instagram: @rezamustopa
Terima kasih sudah membaca. Semoga setelah menutup buku ini, kamu tidak lagi merasa bersalah atas duka yang selama ini kamu pendam.
Agustus 2026
Diterbitkan oleh Gradien Mediatama
Harga
Rp85.000
Kategori
Self improvement
Halaman
164 hlm