Secercah Asa di Perbatasan Timor Leste

 
Lepasnya Timor Timur dari Indonesia menyisakan berbagai duka yang mendalam. Akibat pasca jajak pendapat (referendum) itu, banyak keluarga terpisahnya dan menderita, sebagaimana yang dialami keluarga Tatiana.
 
Tatiana memiliki dua anak, Merry (10) dan Mauro (12). Merry tinggal bersama Tatiana di kamp pengungsian di Kupang, NTT. Namun, keadaan yang sulit memaksa mereka berpisah. Sementara, Mauro (12) sang kakak, tinggal di Timor Leste bersama pamannya.

Akan tetapi ada keinginan besar Merry dan Tatiana berjumpa Mauro. Perjalanan penuh cobaan dalam usaha menjumpai keluarganya ini ditulis dalam novel adaptasi Tanah Air Beta.Novel ini diadopsi dari film yang berjudul sama. Novel yang ditulis Sefryana Khairil ini mengantarkan kisah perjuangan menemukan keluarga. Sebuah perjuangan yang berat di kamp pengungsian; sebuah kehidupan yang sarat ketidakpastian, keras, dan kemiskinan.

 
Tidak hanya itu, perjuangan melintasi gurun kering dari Timor Leste ke perbatasan NTT bukan perkara mudah, apalagi untuk Carlo dan Merry. Mereka harus berhadapan dengan kelaparan dan kehausan serta ganasnya cuaca. Namun mereka tak patah arang, sekalipun di tengah perjalanan mereka didera penyakit, rasa haus, dan kebimbangan.
 
Gambaran situasi sulit—baik di pengungsian ataupun  latar lainnya—dituliskan dengan baik oleh Sefryana. Selain itu, ilustrasi foto berwarna mendukung jalinan kisah dalam novel adaptasi yang diterbitkan oleh Gradien ini.
 
Akankah Merry menemukan Mauro dan berjumpa lagi dengan mama Tatiana? Masih adakah secercah asa di perbatasan Timor Leste itu? Silakan simak dalam novel Tanah Air Beta dan tonton filmnya.

Tanah Air Beta adalah film garapan Ari Sihasale dan Alenia Picture. Sebelumnya Alenia Picture sukses setelah menggarap film King. Sekadar catatan, salah satu ciri film buatan Alenia Picture adalah membidik latar pemandangan-pemandangan indah di Indonesia.