Yuk, Hadir di Live Session & Tanda Tangan Buku Terbaru dari Reza Mustopa! ✨

artikel reza mustopa

Buat kamu yang tumbuh dengan sosok “bapak” yang masih ada secara fisik, tapi terasa jauh secara batin—buku ini ditulis khusus untukmu.

Tentang Buku

Salahkah Aku Berduka untuk Bapak yang Masih Ada? adalah buku terbaru karya Reza Mustopa, penulis empat buku sebelumnya terbitan Gradien Mediatama. Buku ini mengangkat tema kehilangan yang tidak selalu lahir dari kematian—melainkan dari kehadiran seorang ayah yang tak lagi terasa sebagai tempat pulang. Cerita ini relate untuk kamu yang tumbuh dalam keluarga broken home, menjadi yatim pasif (masih punya sosok ayah tapi tidak merasakan perannya), dibesarkan oleh nenek atau anggota keluarga besar lain, atau anak kecil yang dipaksa dewasa oleh keadaan.

Ditulis dalam format cerita naratif yang berkesinambungan dari bab awal sampai akhir dan diselingi prosa pendek yang quotable, buku ini juga dilengkapi ilustrasi yang menambah estetika serta halaman aktivitas untuk journaling dan refleksi diri—cocok untuk pembaca yang mencari buku self-improvement seputar relasi dengan orang tua.

“Selama ini aku merasa menjadi yatim perasaan. Bukan karena Bapakku telah tiada, tetapi karena aku tumbuh tanpa benar-benar merasakan kehadirannya… Kadang, duka lahir ketika seseorang masih ada, tetapi kehadirannya tak lagi terasa sebagai tempat pulang.”

Spesifikasi Buku

Detail Informasi
Judul Salahkah Aku Berduka untuk Bapak yang Masih Ada?
Penulis Reza Mustopa
Penerbit Gradien Mediatama
Kategori Self Improvement (Family Series)
Ukuran 13 x 19 cm
Tebal 164 halaman
Harga Rp87.000
Terbit Agustus 2026
Edisi Khusus Edisi TTD (tanda tangan penulis) + bonus spesial

Jadwal Live Session & Tanda Tangan Buku

📅 Hari, Tanggal: Sabtu, 15 Agustus 2026 🕙 Waktu: 10.00–16.00 WIB 📍 Lokasi: Percetakan Sarana Kata Grafika, Jln. Suci/Industri No. 44, RT.08/RW.03, Kel. Susukan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur

Live session juga disiarkan lewat TikTok di lima toko buku berikut, masing-masing dengan sesi khusus bersama Reza Mustopa:

  • Naraloka Patra — pukul 10.00–10.45 WIB
  • Pragyaloka — pukul 11.00–11.45 WIB
  • Republik Fiksi — pukul 12.00–12.45 WIB
  • JDA Bookstore — pukul 14.00–14.45 WIB
  • Bumi Fiksi — pukul 15.00–16.00 WIB

Pembelian buku selama sesi live di lima toko buku tersebut berhak mendapatkan edisi tanda tangan langsung (TTD) dan bonus spesial, yang hanya tersedia selama periode live berlangsung.

Tentang Penulis: Reza Mustopa

Reza Mustopa adalah seseorang yang pernah kehilangan ibu di usia yang sangat muda, lalu tumbuh sambil belajar memahami arti kehilangan dalam bentuk yang berbeda—kehilangan yang tidak selalu datang karena kematian, tetapi juga karena kehadiran yang terasa semakin jauh.

Ia menulis bukan karena hidupnya telah baik-baik saja, melainkan sebaliknya. Ada banyak pertanyaan yang belum sempat menemukan jawaban, banyak luka yang masih belajar diterima, dan banyak percakapan yang hanya bisa disampaikan lewat kata-kata. Melalui buku terbarunya, Reza ingin menemani siapa pun yang tumbuh dengan nama “bapak”, tetapi tidak pernah benar-benar merasakan kehadirannya.

Reza telah menulis tiga judul buku sebelumnya di Gradien Mediatama, yaitu Patah, Tumbuh, Sembuh (2022), Bu, Aku Ingin Pelukmu (2024)—yang akan diadaptasi ke layar lebar—dan Bu, Aku Ingin Pulang Tapi ke Mana? (2025). Salahkah Aku Berduka untuk Bapak yang Masih Ada? menjadi buku ke-5 yang terbit di Penerbit Gradien Mediatama.

Ikuti Reza Mustopa di Instagram dan TikTok: @rezamustopa / @rezamustopa_

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Kapan Live Session buku Reza Mustopa diadakan? Live Session diadakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 10.00–16.00 WIB.

Di mana lokasi acara Live Session? Acara berlangsung di Percetakan Sarana Kata Grafika, Jln. Suci/Industri No. 44, Kel. Susukan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur, dan disiarkan live TikTok di lima toko buku rekanan.

Bagaimana cara mendapatkan buku edisi tanda tangan (TTD)? Edisi TTD dan bonus spesial hanya bisa didapatkan dengan membeli buku selama sesi live berlangsung di Naraloka Patra, Pragyaloka, Republik Fiksi, JDA Bookstore, atau Bumi Fiksi.

Berapa harga buku “Salahkah Aku Berduka untuk Bapak yang Masih Ada?” Buku ini dibanderol Rp87.000, terbit Agustus 2026 dengan tebal 164 halaman.

Buku ini cocok untuk siapa? Cocok untuk pembaca yang tumbuh dalam keluarga broken home, menjadi yatim pasif, dibesarkan bukan oleh orang tua kandung, atau anak yang dipaksa dewasa oleh keadaan—dan mencari buku self-improvement yang relate soal relasi dengan sosok ayah.


Didukung oleh: Kawah Media, Gradien Mediatama, Eskage, Naraloka Patra, Pragya Loka, Republik Fiksi, JDA (Jendela Dunia Aksara), dan Bumi Fiksi.

live session buku reza mustopa salahkah aku berduka

Yuk, Hadir di Live Session & Tanda Tangan Buku Terbaru dari Ade Rima Miranti! ✨

aku rumah semua orang, tapi ke mana aku pulang

Buat kamu—anak pertama perempuan yang terbiasa jadi tempat bersandar semua orang tapi lupa siapa yang jadi tempatmu pulang—buku ini ditulis khusus untukmu.

Tentang Buku

Aku Rumah Semua Orang, tapi ke Mana Aku Pulang? adalah buku terbaru karya Ade Rima Miranti (dikenal sebagai Amik, pemilik akun @sadgirlsyndrom), penulis empat buku terbitan Gradien Mediatama. Buku ini mengangkat tema anak pertama perempuan yang dipaksa kuat oleh keadaan — mulai dari tekanan menjadi tulang punggung keluarga, kehilangan sosok ayah, pola jatuh cinta yang berulang menyakitkan, hubungan jarak jauh (LDR) yang kehilangan arah, hingga situationship yang menguras hati.

Ditulis dalam format cerita naratif yang mengalir dan diselingi prosa pendek yang quotable, buku ini juga dilengkapi ilustrasi estetik serta halaman aktivitas untuk journaling dan refleksi diri — cocok untuk pembaca yang mencari buku self-healing sekaligus romance yang relate dengan kehidupan nyata.

Spesifikasi Buku

Detail Informasi
Judul Aku Rumah Semua Orang, tapi ke Mana Aku Pulang?
Tagline Tentang Anak Pertama Perempuan yang Dipaksa Kuat oleh Keadaan
Penulis Ade Rima Miranti (@sadgirlsyndrom)
Penerbit Gradien Mediatama
Kategori Self-Improvement
Ukuran 13 x 19 cm
Tebal 192 halaman
Harga Rp97.000
Terbit Agustus 2026
Edisi Khusus Edisi TTD (tanda tangan penulis) + bonus spesial

Jadwal Live Session & Tanda Tangan Buku

📅 Hari, Tanggal: Jumat, 14 Agustus 2026 🕙 Waktu: 10.00–16.00 WIB 📍 Lokasi: Percetakan Sarana Kata Grafika, Jln. Suci/Industri No. 44, RT.08/RW.03, Kel. Susukan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur

Live session juga disiarkan lewat TikTok di lima toko buku berikut, masing-masing dengan sesi khusus bersama Ade Rima Miranti:

  • Bumi Fiksi — pukul 10.00–10.45 WIB
  • Republik Fiksi — pukul 11.00–11.45 WIB
  • JDA Bookstore — pukul 13.00–13.45 WIB
  • Naraloka Patra — pukul 14.00–14.45 WIB
  • Pragyaloka — pukul 15.00–16.00 WIB

Pembelian buku selama sesi live di lima toko buku tersebut berhak mendapatkan edisi tanda tangan langsung (TTD) dan bonus spesial, yang hanya tersedia selama periode live berlangsung.

Tentang Penulis: Ade Rima Miranti

Ade Rima Miranti, akrab disapa Amik, adalah penulis dan konten kreator asal Bumi Lancang Kuning, Riau, yang kini menetap di Surabaya. Sebagai anak pertama perempuan yang tumbuh dengan tumpukan tanggung jawab, Amik menulis buku ini bukan sekadar untuk bercerita, tetapi juga sebagai proses berdamai dengan perjalanan hidupnya sendiri.

Selain menulis, Amik dikenal aktif membagikan cerita perjalanan mendaki gunung dan refleksi kehidupan melalui media sosial. Buku-buku sebelumnya yang ia tulis antara lain Kepada yang Patah, From Insecure to I’m Secure, Ketika Kamu Ubah Tangismu Menjadi Patah Hati Terhebat, dan Jika Bukan Aku, Kenapa Bawa Aku Sejauh Ini?.

Ikuti Ade Rima Miranti di Instagram dan TikTok: @aderimamiranti_

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Kapan Live Session buku Ade Rima Miranti diadakan? Live Session diadakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 10.00–16.00 WIB.

Di mana lokasi acara Live Session? Acara berlangsung di Percetakan Sarana Kata Grafika, Jln. Suci/Industri No. 44, Kel. Susukan, Kec. Ciracas, Jakarta Timur, dan disiarkan live TikTok di lima toko buku rekanan.

Bagaimana cara mendapatkan buku edisi tanda tangan (TTD)? Edisi TTD dan bonus spesial hanya bisa didapatkan dengan membeli buku selama sesi live berlangsung di Bumi Fiksi, Republik Fiksi, JDA Bookstore, Naraloka Patra, atau Pragyaloka.

Berapa harga buku “Aku Rumah Semua Orang, tapi ke Mana Aku Pulang?” Buku ini dibanderol Rp97.000, terbit Agustus 2026 dengan tebal 192 halaman.

Buku ini cocok untuk siapa? Cocok untuk pembaca — khususnya anak pertama perempuan — yang mengalami tekanan menjadi kuat untuk keluarga, kehilangan sosok penting, pola relasi yang menyakitkan, atau LDR yang kehilangan arah, dan mencari buku romance yang relate sekaligus reflektif.


Didukung oleh: Kawah Media, Gradien Mediatama, Eskage, Naraloka Patra, Pragya Loka, Republik Fiksi, JDA (Jendela Dunia Aksara), dan Bumi Fiksi.

 

aku rumah semua orang, tapi ke mana aku pulang

 

Rayakan 1.000.000++ Penonton! Dapatkan Diskon 10% Buku “AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?” di Gramedia

Dapatkan Diskon 10% Buku "AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?" di Gramedia

Fenomenal film “AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?” benar-benar tak terbendung! Telah disaksikan oleh lebih dari 1.000.000 lebih penonton di seluruh bioskop Indonesia. Baru saja tayang di bioskop dalam 12 hari ini, kisah hangat antara ayah dan anak ini sukses menguras air mata dan memenangkan hati masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme yang luar biasa ini, Penerbit Gradien dan toko buku Gramedia mempersembahkan promo spesial bagi Kamu yang ingin menyelami ceritanya lebih dalam.

Melalui kampanye #BACABUKUNYASETELAHNONTONFILMNYA, Kamu bisa mendapatkan Diskon 10% untuk pembelian buku aslinya hanya dengan menunjukkan tiket nonton Kamu!

Cara Mendapatkan Potongan Harga di Toko Buku Gramedia

Mendapatkan diskon ini sangat simpel, semudah membawa kenangan manis dari bioskop ke rak buku Kamu:

  • Tunjukkan Tiket: Bawa tiket fisik atau tunjukkan e-ticket film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? ke kasir Gramedia.
  • Klaim Potongan Harga: Dapatkan langsung potongan 10% tanpa minimum transaksi untuk judul buku tersebut.
  • Lokasi: Berlaku di seluruh gerai Gramedia se-Indonesia.

Lengkapi Pengalaman Emosional Kamu

Mengapa satu juta orang lebih memilih menonton film ini? Karena kekuatan ceritanya. Namun, pengalaman Kamu belum lengkap jika belum menyentuh lembaran bukunya. Versi literasi menawarkan:

  1. Detail yang Lebih Intim: Menyelami isi pikiran sang Ayah yang tidak sempat terucap di film.
  2. Imajinasi Tanpa Batas: Merasakan kembali adegan-adegan ikonik melalui narasi tulisan yang puitis dan mendalam.
  3. Koleksi Bersejarah: Memiliki bukti fisik dari karya yang telah menjadi fenomena box office tahun ini.

Jangan sampai ketinggalan! Simpan potongan tiketmu. Segera kunjungi Gramedia terdekat, tunjukkan tiket Kamu, dan bawa pulang buku yang telah menginspirasi jutaan orang ini dengan harga spesial.

#BACABUKUNYASETELAHNONTONFILMNYA

 

 

Rayakan 1.000.000++ Penonton! Dapatkan Diskon 10% Buku "AYAH, INI ARAHNYA KE MANA, YA?" di Gramedia

 

BACA JUGA: “Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” Udah 1 Juta++ Penonton dalam 12 Hari!

 

“Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” Udah 1 Juta++ Penonton dalam 12 Hari!

film ayah tembus 1 juta penonton

 

Nggak nyangka sih, tapi ini nyata — film Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya? (2026) resmi tembus 1 juta penonton per Senin, 20 April 2026. Cuma 12 hari tayang, loh! Itu berarti rata-rata hampir 100 ribu orang nonton per hari. Alhamdulillah. Keren banget.

Film garapan Kuntz Agus ini emang bukan film biasa. Ceritanya deket banget sama kehidupan kita — soal hubungan ayah dan anak yang kadang awkward, jarang ngobrol, tapi sebenernya penuh rasa sayang yang nggak keucap. Siapa yang nggak relate, coba?

Banyak yang udah nonton bilang filmnya bikin ketawa sekaligus nangis. Tipe film yang abis nonton langsung pengen nelpon bokap, deh. Vibes-nya hangat, relate, dan dapet banget di hati.

Belum nonton? Yuk buruan ke bioskop!

Ini bukan lebay — film kayak gini jarang ada. Yang ringan tapi ngena, yang lucu tapi juga bikin mewek di kursi bioskop sambil pura-pura elap keringat. Ajak bokap, nyokap, adik, atau siapapun yang penting kamu nggak nonton sendirian dan malah makin baper.

Plus, ada bonusnya!

Film ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama  karya Khoirul Trian— yang udah duluan viral dan bikin banyak orang senyum-senyum sendiri pas bacanya. Kalau filmnya aja udah sebagus ini, bayangin serunya baca versi bukunya yang lebih detail dan personal.

Buku “Ayah Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” bisa kamu dapetin sekarang — cocok banget dijadiin hadiah buat bokap, atau buat kamu yang pengen ngerasain ceritanya lebih dalam.

Tonton filmnya. Baca bukunya. Ajak teman-temanmu nonton ya! 🎬📖

 

BACA JUGA Dari Buku Viral ke Layar Lebar: Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? Siap Tayang di Bioskop – Gradien Mediatama

 

 

merayakan ayah ini arahnya ke mana ya

 

 

Dari Buku Viral ke Layar Lebar: Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? Siap Tayang di Bioskop

buku viral ke layar lebar

Kabar gembira buat kamu yang sudah lama menanti. Film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? resmi menggelar Gala Premiere pada 2 April 2026 pukul 16.00 WIB di XXI Epicentrum, Kuningan Jakarta dan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 9 April 2026.

Film ini diadaptasi dari buku mega best seller karya Khoirul Trian yang sempat viral di TikTok sejak akhir 2024. Novel ini pertama kali terbit Oktober 2024 dan hanya butuh dua bulan untuk menjadi best seller, dan 8 bulan menjadi Mega Best Seller, bahkan hingga menembus pembaca di Malaysia dan menjadi buku Best Seller di sana.

Film ini mengisahkan sosok Dira, anak perempuan yang tumbuh bersama ayah yang selalu ada secara fisik, namun tak pernah benar-benar hadir secara emosional. Dira dan adiknya Darin dibesarkan di rumah yang terlihat hangat dari luar, namun menyimpan banyak diam dan janji yang tak terpenuhi.

Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi generasi sekarang. Novel ini membahas fenomena fatherless yang cukup tinggi di Indonesia — sebuah luka yang selama ini banyak dipendam dan belum sempat disuarakan.

Film ini disutradarai Kuntz Agus dan diproduksi Five Elements Pictures berkolaborasi dengan IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures. Dibintangi Mawar De Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono, Unique Priscilla, Baskara Mahendra, Kiara McKenna, dan Dinda Kanya Dewi.

Baca juga: 7 Hari Langsung Bestseller: Perjalanan Kak Trian dan Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana Ya? — Gradien Mediatama

Bagi kamu yang sudah baca bukunya, film ini akan menjadi pengalaman yang lebih dalam lagi. Dan kalau belum — mungkin inilah saat yang tepat untuk memulainya sebelum film tayang.

Catat tanggalnya. Siapkan tisu.

 

 

 

 

Upgrade Skill Kamu, Ikuti “Develop Your Creative Potential by Writing on Social Media”, Daftarnya Free!

sunday funday writing

Spesial untuk para pembaca di sekitar Cikarang dan Jabodetabek, silakan bergabung jika ingin meng-upgrade kemampuan menulis di media sosial. Bersama empat penulis bestseller, Getar Krisna, Gemala Hanafiah, Megakata, dan Dandy Arifin.

Keempat penulis ini akan mengajak kamu ngobrol seru “Develop Your Creative Potential by Writing on Social Media”.

Acara Free. Kalian cukup registrasi di link bit.ly/booktalkbookandbeyond. Pastikan kalian join, ya!

Catat waktunya, 7 Agustus 2022, pukul 13.00 – 15.00 WIB di Books & Beyond, Mall Cikarang.

Kalian cukup registrasi di link bit.ly/booktalkbookandbeyond. Pastikan kalian join, ya!

Sampai ketemu.

Rahasia Menulis ala Sdavincii: Membaca untuk Hiburan, Menulis Bisa Mengikat Ilmu

sdavincii

Rahasia Menulis ala Sdavincii: Membaca untuk Hiburan, Menulis Bisa Mengikat Ilmu

Sobat buku mungkin tidak asing lagi dengan kata-kata “menulis untuk mengikat ilmu”. Kabarnya tanpa diikat, ilmu akan hilang begitu saja. Dalam bahasa peribahasa Latin kita akan mengingat ini Verba volant, scripta manent. Yang artinya kata-kata lisan mudah dilupakan, tetapi tulisan-tulisan terus diabadikan (diingat).

Nah, urusan mengikat ilmu dengan tulisan ini, inspirasinya didapat saat mondok, Sdavincii membuka cerita alasan ia memilih jalur hobi penulisan. “Kalau kamu tidak terlahir sebagai anak raja atau ulama, maka jadilah penulis,” kisahnya sembari mengingat ucapan gurunya. Di balik qoute yang nampak klasik tersebut, penulis muda ini telah menelurkan tiga karya novel. Ketiganya berjudul Senyawa, Hilang Arah, dan Corona sebagai karya terbarunya. 

Di balik akun Instagram Sdavincii, inilah Safiq. Dalam akun Instagram-nya diikuti hampir 200 ribu pengikut, Safiq rutin mengunggah qoute-qoute seputar cinta, kehilangan, dan urusan perasaan lainnya. Upaya awal berasal dari penyaluran hobinya dalam menulis. 

Bagi yang ingin terpapar inspirasi dan bagaimana proses menulis, bisa menyimak obrolan berbagi bersama Safiq dalam menggali pengalaman menulis yang ditemani pemimpin redaksi Gradien, Tri Prasetyo (TP). Event curhat daring bersama penulis buku ini sudah ditonton 2000an pengunjung saat Live Streaming di Shopee Jakarta Book Fair 2020.

Kegiatan membaca itu hiburan bagi anak-anak pondok pesantren seperti Safiq. Novel dan koran menjadi pelarian Safiq untuk mencari hiburan. Jika ada novel, anak-anak bergantian antri untuk membaca. “Ba’daka,” ucap Safiq. Ba’daka, artinya setelah kamu. 

Aktivitas membaca di luar belajar ilmu agama, ini berlangsung hingga 6 tahun saat mondok. Tidak ada gadget saat mondok. Kegiatan membaca novel menjadi hiburan Safiq. Sementara urusan hobi menulis dulu sempat disalurkan di tembok berupa majalah dinding di pondok pesantrennya. Usai lulus mondok, Safiq menyalurkan hobi menulis di blog dan media sosial. 

Saat awal aktif di media sosial, Safiq belum mengenal dunia penerbitan buku. Ia baru menyadari dari seorang teman bahwa tulisan-tulisannya bisa saja diterbitkan oleh penerbit indie atau mayor. Caranya, seorang penulis bisa menerbitkan karyanya dengan mengirimkan naskahkah ke penerbit atau sebaliknya, penulis yang dihubungi penerbit. Pendek cerita, inilah pertemuan TP dari penerbit Gradien dengan Safiq hingga terbitlah karyanya.

Soal stimulus untuk penulis pemula, Safiq berbagi dengan menetapkan goal awal, misalnya menulis untuk kepuasan diri sendiri, dilanjutkan pada tahapan menulis untuk ditujukan untuk orang lain atau diterbitkan. Lalu tentukan gaya menulisnya, mau mendayu-dayu, puitis, atau lugas. “Untuk menentukan gaya penulisan hanya bisa dilewati dengan banyak membaca. Nah, soal konten dan tema, tentukan pesan yang dekat dengan kehidupan pembaca,” jelas Safiq sembari menekankan pentingnya kebiasaan menulis dalam keseharian.

Soal buku-buku yang menginspirasinya,  Safiq mengaku membaca Setahun Berkisah, Negeri Lima Menara, Garis Waktu, Api Sejarah, 100 Tokoh Dunia, serta buku-buku filsafat Islam. Nah, dukungan menjadi penulis dari keluarga muncul ketika Safiq, sudah membuktikan dengan karya. 

Sementara soal inspirasi tulisan, Safiq mengaku banyak riset kecil dengan bertanya kepada teman-temannya seputar permasalahan pasangan, seperti putuh cinta, ditinggal menikah, hingga ia pun menyimpulkan “di dunia ini lebih banyak yang patah hati”. Itulah bahan-bahan tulisan yang diramu Safiq.

Ingin menjadi penulis seperti Safiq, coba banyakin literasi bacaan dan jadikan menulis sebagai habit. Nah, bagi penikmat bacaan novel romance khususnya ceruk fiksi remaja, silakan kunjungi akun official Penerbit Gradien di Shopee, untuk menemukan karya-karya Sdavincii. 

SIMFONI HUJAN

“Aku layaknya tanah. Sementara ingatan tentangmu serupa hujan. Kadang ia datang dengan derasnya. Lalu, berhenti. Dan, aku sudah terlanjur basah kuyup kedinginan.”

Setiap pertemuan akan selalu berpasangan dengan perpisahan. Di antara keduanya Kita. Membangun kisah dengan saling bergandeng tangan. Tak saling mendahului, apalagi meninggalkan. Terus menjaga harapan-harapan agar tetap hidup. Tak pernah meredup atau bahkan mati ditelan perpisahan.
Tapi aku masih saja percaya. Bahwa harapan-harapan masih tetap menyala, meski pada akhirnya aku dan dia tak lagi berjalan menuju tujuan yang sama. Bersama-sama membangun angan-angan pada awalnya, lalu saling memudarkan ikatan menyisakan segenap luka. Aku harus melepaskannya. Membiarkannya terbang bebas, meninggalkanku sendirian terkubur di antara tumpukan kata-kata.

* * *

Tiflunium merupakan salah satu penulis yang cukup produktif di Tumblr (tiflunium.tumblr.com). Tulisannya seputar cinta, patah hati, dan kehilangan sangat kuat, sehingga tak heran jika tulisannya banyak tersebar dan sering menjadi caption dan qoute yang mewakili gejolak perasaan si penulisnya. Mahasiswa kelahiran Jawa Timur yang sekarang sedang menempuh kuliah di Bogor ini memiliki nama lengkap Tiflun Setianida Firdaus. Ia mulai aktif menulis di tumblr sejak 2015. Buku SIMFONI HUJAN ini merupakan buku pertamanya. Jika di tumblrnya tulisannya acak, maka di buku ini ia meramu dengan kemampuannya menjadi sebuah proses yang seling berkesinambungan dan hadir dengan konsep baru. Tentang Pertemuan, Perjalanan Mengenggam Harapan, dan Tentang Melepaskan menjadi tema besar yang ia usung di buku ini.

Selain di tumblr, Tiflunbisa juga ditemui di Instagram dan Twitter @tiflunsf, serta e-mail: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..”>[email protected]. So, jika kalian pernah jatuh cinta secara diam-diam dan menjalani gemuruh pergolakan batin yang hanya bisa dituangkan dalam tumpukan kata-kata dan belajar membaca tanda-tanda, maka buku ini bisa menjadi salah satu sahabat kalian yang bisa diajak berbagi cerita.